Ngadu Kuluwung di Jonggol Bogor

- Publisher

Senin, 7 April 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Antusiasme peserta dan warga masyarakat desa Anta Jaya dan Pasir Tanjung kecamatan Jonggol kabupaten Bogor, dalam kegiatan ngadu kuluwung dalam suasana berlebaran (Itam Mustopa/Suara Utama)

Antusiasme peserta dan warga masyarakat desa Anta Jaya dan Pasir Tanjung kecamatan Jonggol kabupaten Bogor, dalam kegiatan ngadu kuluwung dalam suasana berlebaran (Itam Mustopa/Suara Utama)

SUARA UTAMA – Selain silahturami bermaaf-maafan yang dikenal dalam kegiatan lebaran di setiap  hari besar keagamaan umat Islam pada Idul Fitri 1 Syawal, ternyata selain kegiatan  silaturahim yang biasa dilakukan oleh masyarakat, ada salah satu kegiatan menarik yang mengiringi kegiatan berlebaran yaitu kegiatan ngadu kuluwung.

Ngadu kuluwung adalah kegiatan bedug meriam yang diadakan oleh masyarakat di daerah tertentu dengan maksud dan tujuan untuk memeriahkan hari berlebaran. Baru-baru ini perayaan hari besar keagamaan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah lalu tepatnya di desa Anta Jaya dan desa Pasir Tanjung kecamatan Jonggol kabupaten Bogor, diadakan kegiatan ngadu kuluwung dimana dalam kegiatan ini  masing-masing perwakilan masyarakat  dua desa tersebut mengirimkan perwakilannya sebanyak 60 peserta.

BACA JUGA :  Genah Rasa Snack: Pelopor Oleh Oleh Bandung 24 Jam yang Guncang Shopee Lewat Kelezatan Tempe Goreng Fenomenal!

Seluruh peserta mengenakan kaos yang telah ditentukan berwarna merah, adapun meriam yang dibuat tidak jauh beda seperti halnya meriam perang yang sering digunakan oleh pasukan tentara. Bahan meriam berasal dari bambu dan diikat dari tali bambu  yang telah disusun  dengan rapi. Hal yang berbeda dengan bedug meriam ini tidak beroda, untuk sampai ke lokasi bedug meriam, masing-masing meriam digotong oleh masyarakat yang menjadi peserta dibantu oleh masyarakat lainnya pada umumnya. Masing-masing ukuran bedug meriam 7 meter diameter 50 cm.

Bahan yang digunakan untuk melepaskan tembakan terdiri dari bahan karbit dan obor sebagai pemantik meledaknya bedug meriam. Total bedug meriam yang memeriahkan kali ini ada 25  bedug meriam, suara meledak bedug meriam secara bergantian semakin bertambah semaraknya  kegiatan ngadu kuluwung ini. Masyarakat sangat antusias untuk melihat dan memperhatikan bagaimana cara kerja dan meledaknya bedug meriam.

Kegiatan ngadu kuluwung  masyarakat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan Jonggol, sebagai upaya menjaga dan merawat silaturahim antara warga antardesa dalam hari raya Idul Fitri. Selain kegiatan ngadu kuluwung secara bersamaan diadakan pula kegiatan pasar UMKM dan tarian  Jaipong.

BACA JUGA :  Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

Adi Pamungkas menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya pesta rakyat namun lebih dari itu adalah sebagai ajang silaturahim antar warga dalam harmoni kehidupan bermasyarakat, warga sangat antusias menghadiri kegiatan ini dari berbagai wilayah yang ada diluar Jonggol. Pungkas Adi yang mempunyai tanggung jawab sebagai kepala desa Anta jaya.

Kegiatan ngadu kuluwung ini akan tetap lestari di kecamatan Jonggol, selama masyarakat berkesadaran akan arti pentingnya  makna rekatan ikatan siaturahim sebagai kekuatan modal sosial masyarakat di pedesaan.

Penulis : Itam Mustopa

Editor : Agus Budiana

Berita Terkait

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 
Genah Rasa Snack: Pelopor Oleh Oleh Bandung 24 Jam yang Guncang Shopee Lewat Kelezatan Tempe Goreng Fenomenal!
Pandeglang, Infrastruktur dan Mental Pejabat yang Rusak ?
Batu bara global kembali menunjukkan taringnya. Batu bara kalori rendah bahkan menyentuh kisaran CNY 563–568 per ton.
Legalisasi Tambang Emas Rakyat di Kalimantan Tengah: 5 Kabupaten Jadi Fokus Utama
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:15 WIB

Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:12 WIB

Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:47 WIB

Genah Rasa Snack: Pelopor Oleh Oleh Bandung 24 Jam yang Guncang Shopee Lewat Kelezatan Tempe Goreng Fenomenal!

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB