SUARA UTAMA, Kampar – Meningkatnya curah hujan membuat masyarakat perlu waspada terhadap resiko penyakit seperti demam Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau per Oktober 2026, jumlah kumulatif kasus DBD di Kabupaten Kampar tercatat mencapai 3.629 kasus (dengan data sebelumnya per Juli 2026 tercatat sebanyak 297 kasus dengan 4 kematian, dan data resmi provinsi yang disampaikan pada Oktober 2026 menunjukkan akumulasi mencapai 3.629 kasus). Berdasarkan tinggi angka korban menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam malaria dan DBD dan penyakit menular lainnya. Rabu, (28/10/26)
Oleh sebab itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar, dr. Zulhendra Das’at, M.H, Kes merasa prihatin dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kampar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya dan langkah pencegahan pola (3M Plus), yakni pemberantasan sarang nyamuk dengan Menguras tempat penampungan air secara teratur, Menutup rapat wadah-wadah penampung air.
Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan (seperti ban bekas, kaleng, dan botol). Plus, Menggunakan losion anti nyamuk, memasang kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, atau menanam tanaman pengusir nyamuk, dan bagi pihak pemerintah Desa untuk bisa ikut mengawasi serta melaporkan ke Puskesmas jika ada warganya terindikasi demam malaria atau DBD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” kepada masyarakat Kampar untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, terutama jika ada genangan – genangan air untuk segera buang dengan pola (3M Plus), karena biasanya digenangan air tempat bibit nyamuk malaria dan DBD berkembangbiak,” pesan Kadiskes Kampar dengan serius.
” dan pihak pemerintah Desa juga bisa melaporkan kepada Puskesdes atau Puskesmas setempat jika ada warganya terindikasi demam malaria atau DBD untuk dilakukan perawatan dan juga meminta pihak Puskesmas untuk melakukan penyemprotan pestisida menggunakan mesin khusus untuk membunuh nyamuk dewasa (fogging),” tutup dr. Zulhendra menegaskan.
Penulis : Zulfaimi
Editor : Zulfaimi
Sumber Berita: Media Berita Suara Utama












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.