Miris, Tanpa Gaji Tujuh Tahun Bertugas di Bagian Toilet RSUD Waluyo jati Kini di Berhentikan

- Publisher

Selasa, 10 Juni 2025 - 20:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Probolinggo –Sungguh sangat Ironis di alami oleh Fauzen Warga desa sumber kembar kecamatan pakuniran kabupaten Probolinggo. saat masih aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo jati Kraksaan. 10/06/2025.

Fauzen, pada tahun 2014 di RSUD Waluyo jati sebagai tenaga kebersihan, oksigen, pembakaran sampah medis dan kamar mayat, dengan gaji pokok Rp. 500.000 perbulan. selang beberapa bulan dari SK yang di terimanya, Ia memundurkan diri dengan alasan tidak betah di kamar mayat.

Miris nya, pada tahun 2018 Fauzen di rekrut kembali ke RSUD Waluyo jati. namun, bertugas di toilet tanpa menerima bayaran hingga di berhentikan pada tahun ini (2025). padahal fauzen punya tanggung jawab besar terhadap keluarga (anak dan istrinya).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di temui team media Mantan petugas kebersihan RSUD waluyo jati “Fauzen” menjelaskan SK yang di terima nya. “pada tanggal 29 maret 2014. saya telah mempunyai SK yang di tanda tangani Direktur RSUD Waluyo jati Kraksaan “Dr. Anang Budi Yoelijanto, MMKes. yang tidak tercantum masa berlakunya. “Jelas nya.

BACA JUGA :  Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 

Fauzen juga menjelaskan tugas serta gaji yang di terima nya. “saya pernah di tugaskan di tenaga kebersihan timur tengger dan oksigen. setelah itu di pindah ke tenaga kebersihan dan pembakaran sampah medis dan kamar mayat. dengan gaji pokok Rp. 500.000. sekitar pertengahan tahun saya memundurkan diri karena saya tidak betah di kamar mayat. “Jelas nya lagi.

lebih lanjut kata fauzen, setelah ia memundurkan diri tiba tiba di tarik kembali ke RSUD Waluyo jati. ” pada tahun 2018 tiba tiba saya di minta lagi untuk masuk dan bekerja lagi, entah apa latar belakang nya saya sampai di minta aktif kembali saya tidak tau. lalu saya di tempat kan di Toilet dengan progam tidak di bayar sampai tahun 2025. “Katanya.

BACA JUGA :  Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Ia juga mengatakan saat bertugas di toilet dirinya merasa bingung. “Saya tidak di bayar mas, sementara Saya punya keluarga (istri dan anak) jadi saya bingung, di satu sisi saya di suruh buat pernyataan tertulis tidak meminta upah kepada pengunjung toilet. sementara tulisan DEMI KEBERSIHAN TOILET DI MOHON MENGISI KOTAK OPERASIONAL INI SEIKHLASNYA. bahkan ada juga tulisan yang lengkap dengan tarif nya, itu atas kebijakan/persetujuan orang manajemen yang berwenang. “Ungkap nya.

lalu ia menambahkan terkait pemecatan dirinya bertugas di toilet. “Tahun ini 2025 saya di panggil ke salah satu ruangan dan saya berhentikan dengan alasan yang saya dengar, pungli, korupsi dan lain lain. tidak boleh menjaga toilet lagi mau di alihkan ke tempat lain katanya. namun, sampai saat ini tidak ada apa apa. seingat saya, dulu saya pernah mengisi data Bis. “imbuh nya.

BACA JUGA :  Suara Masyarakat Jadi Prioritas, Bapelkum Bitung Ikut Forum Nasional "Pasti Ada Solusi"

Sementara Direktur RSUD Waluyo jati Kraksaan “Dr. Yessi Rahmawati” di konfirmasi media melalui jejaring sosial media Whatsap pada tanggal 04 Juni 2025. terkait pemberhentian Tersebut. Dirinya malah mempertanyakan SK nya. “apakah Fauzen tercatat sebagai pegawai RSUD Waluyo jati yang di buktikan dengan SK terbaru dan Gaji oleh RSUD Waluyo jati. “katanya.

Selanjutnya pada tanggal 10 Juni 2025, team media mengkonfirmasi nya kembali sembari mengirimkan Sebagian data/foto yang di keluarkan oleh RSUD waluyo jati. saat fauzen masih aktif bertugas. Namun, tidak ada jawaban hingga berita ini di terbitkan.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand