Miris, Sejumlah Kuli Bangunan di SMAN 6 Merangin Tak di Bayar, Dana BOS Kemana..?

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Pada akhir tahun 2024 SMA Negeri 6 Merangin melakukan rehap ringan dengan pekerjaan pengecatan gedung sekolah yang dananya di anggarkan menggunakan dana BOS dan di kerjakan oleh pemborong dengan anggaran sekitar Rp 45 juta.

Namun pekerjaan yang di laksanakan pada bulan September 2024 tersebut menyisakan masalah, pasalnya hingga saat ini Maret 2025 para pekerja di sekolah tersebut belum menerima gaji meski pekerjaan sudah selesai.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pekerja bangunan di sekolah tersebut jika ada 5 orang yang gajinya belum dibayarkan.

“Ya saya dan kawan ada 5 orang kerja ngecat di SMAN 6 pada bulan 11/2024, saat itu kepala sekolah pak Nukman, dan sampai sekarang sudah bulan Maret belum juga di bayar upah kami kerja sekitar Rp 3.500.000, saya sering menanyakan ke pemborong katanya dari pihak sekolah belum cair, saya minta hak saya dan teman-teman, karena kami kerja dari Margo ke Bangko juga tiap hari menggunakan minyak, minta tolong kepada pihak sekolah segera membayar hak kami,” demikian ucap salah satu pekerja.

Terkait dengan belum dibayarkannya pekerjaan pengecatan tersebut di benarkan oleh bendahara sekolah Sugeng Prianto.

Kepada media ini Selasa (11/3/24) Sugeng mengatakan jika sampai saat ini pekerjaan pengecatan tersebut memang belum terbayarkan.

“Jadi kalau pengecatan ini sebenarnya, karena kami di 2023 kemarin ada masalah jadi dampaknya di 2024, terutama masalah rekanan, kepercayaan rekanan terhadap kami hilang, jadi saya sampaikan ke pak Nukman, pak ini ndak bisa ndak di laksanakan, salah satu kita harus nampaklah, terutama ngecat ini, karena rekanan sudah ndak mau lagi akhirnya saya ada kawan yang mau menanggulangi dulu, kebetulan sanggup dia, dan saya sampaikan ke pak Nukman deal, kami dari pihak sekolah terima bersih, dari mulai matrial dan tenaga kerja pemborong yang cari, ya memang urusan kami dengan pemborong belum selesai, karena sekarang begitu dana itu cair malah ganti Kepala Sekolah, jadi saya mau menyampaikan kepada kepala sekolah yang baru ini berat, untuk nilai kontraknya saya dengan pihak pemborong itu nilainya Rp. 45 juta, kami terima bersihlah semua belanja matrial dari dia,” demikian kata Sugeng.

BACA JUGA :  Pembukaan Mentoring Tauhid PPA #12 : Berdamai dengan Takdir, Raih Keajaiban!

Sebelumnya, Eks Kepala Sekolah SMAN 6 Merangin Nukman yang saat ini tidak menjabat lagi sebagai Kepala Sekolah tersebut kini digantikan oleh Dian Andriadi

Nukman diduga melakukan penyalahgunaan dana BOS ratusan juta rupiah paska dirinya menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 6 Merangin tersebut.

Dugaan ini semakin menguat setelah sejumlah bukti ketidakberesan pengelolaan anggaran mencuat dan kasusnya sudah naik ke renah hukum bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini dilapangan mendapati bahwa sejumlah guru dan kepala sekolah sudah di periksa oleh penyidik Tipikor polres Merangin.

Dengan demikian publik berharap kepada Kepala SMAN 6 Merangin yang baru yakni Dian Andriadi bisa memperbaiki sistem pengelolaan dana BOS yang amburadul agar tidak menimbulkan kerugian besar khususnya di lingkungan sekolah tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terbaru