
SUARA UTAMA, POLEWALI MANDAR – Lembaga Kerapatan Masyarakat Adat Budaya Balanipa Mandar (LKMAB-BM) bersama Kerajaan Balanipa Mandar menggelar kegiatan Silaturahmi dan Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Balanipa Mandar yang dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kehormatan adat, Rabu (5/8/2026), di Baruga Kaiyyang, Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat, Buttu Ciping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Mengusung tema “O Dziadza O Dzibiasa: Menyulam Kembali Passemandarang”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah guna menjaga, melestarikan, serta mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur Mandar di tengah tantangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara berlangsung di bawah kepemimpinan Arajang Balanipa Mandar ke-55, YM.H. Bau Arifin Malik, bersama LKMAB-BM. Selain prosesi pengukuhan pemangku adat, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkokoh silaturahmi antar tokoh adat, pemerintah, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Mandar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, tarian penyambutan, pembukaan acara, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars LKMAB-BM, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa serta penghormatan adat, laporan ketua panitia, hingga prosesi pengukuhan jajaran pemangku adat Kerajaan Balanipa Mandar.
Sejumlah tokoh dijadwalkan memberikan sambutan, di antaranya Ketua LKMAB-BM, Arajang Balanipa Mandar, Bupati Polewali Mandar, dan Gubernur Sulawesi Barat. Kegiatan juga diisi dengan orasi budaya bertajuk “O Dziadza O Dzibiasa; Menyulam Kembali Passemandarang”, pembacaan puisi serta petuah adat yang menegaskan pentingnya menjaga identitas dan jati diri masyarakat Mandar.
Puncak acara ditandai dengan penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Kerajaan Balanipa kepada Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, M.M., dan Bupati Polewali Mandar, H. Syamsul Mahmud, S.IP., M.M. sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka terhadap pembangunan dan pelestarian budaya daerah.
Selain itu, LKMAB-BM juga memberikan Piagam Penghargaan dan PIN Kehormatan Adat Kerajaan Balanipa kepada tiga putra terbaik Mandar, yakni almarhum Mayjen TNI (Purn.) H. Salim S. Mengga, almarhum Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, S.H., serta Dr. H. Rakhmat Hasanuddin, M.Sc., atas dedikasi dan keteladanan mereka bagi masyarakat Mandar.
Ketua Panitia, Dr. H. Imran Kaldjubi Kesa, S.Ag., M.Pd., berharap kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan nilai-nilai adat yang mampu memperkuat persatuan masyarakat Mandar sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga warisan budaya leluhur.
Melalui kegiatan ini, Kerajaan Balanipa Mandar bersama LKMAB-BM menegaskan komitmennya untuk terus merawat kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah yang berakar pada adat, budaya, serta nilai-nilai luhur masyarakat Mandar. Dengan semangat Sipakala’bi, diharapkan jalinan kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat semakin kokoh demi terwujudnya pelestarian budaya Mandar yang berkelanjutan.
Penulis : Hamsir
Editor : Hamsir
Sumber Berita: Suara Utama








