Masyarakat Desa Karang Berahi Kecewa, Aliran Sungai Mandi Ditutup Aktivitas PETI

- Publisher

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Masyarakat Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, mengaku kecewa dan geram terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang semakin merajalela di wilayah mereka. Pasalnya, aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan warga untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari kini tertutup total akibat aktivitas dompeng ilegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, aliran sungai yang biasa digunakan warga kini tidak lagi bisa dimanfaatkan. Sungai tersebut diduga ditutup dan dialihkan oleh para pemilik dompeng emas ilegal yang dikenal warga dengan nama Buje, Baihaki, Si’an, Unyil, Dedi, dan Anen.

Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa selama ini masyarakat sangat bergantung pada sungai tersebut untuk mandi dan aktivitas harian lainnya. Namun sejak aktivitas PETI semakin masif, warga terpaksa kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami ini mandi pakai sungai, dari dulu. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi karena alirannya ditutup. Airnya keruh, dangkal, bahkan ada yang kering. Kami sangat dirugikan,” ujar warga dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, warga menilai aktivitas penambangan emas ilegal di Desa Karang Berahi bukanlah hal baru. PETI di wilayah ini bahkan sudah dianggap seperti kegiatan yang “tertata rapi” dan diduga ada pihak-pihak tertentu yang membekingi, sehingga aktivitas tersebut seolah tidak tersentuh hukum.

BACA JUGA :  Anggaran Fantastis Senilai Rp19.331.476.644 dengan Kode Tender 10118384000 hanya untuk pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT).

“PETI di sini bukan baru. Sudah lama dan semakin hari makin ramai. Seperti ada orang kuat di belakangnya. Kok bisa bebas begini, seolah-olah aparat tidak berdaya,” keluh warga lainnya.

Warga juga sangat menyayangkan sikap para pelaku PETI yang dinilai bertindak seenaknya sendiri dengan menutup aliran sungai demi kepentingan pribadi, tanpa memikirkan dampak lingkungan dan penderitaan masyarakat sekitar.

“Mereka hanya mikir kantong pribadi, mengeruk emas di sungai, tapi tidak peduli kami mau mandi pakai apa. Lingkungan rusak, air habis, tapi mereka tetap jalan,” tegas warga.

Selain itu, masyarakat menilai Pemerintah Desa Karang Berahi terkesan tidak berdaya menghadapi maraknya aktivitas PETI di wilayahnya. Hingga kini, belum terlihat langkah konkret untuk menghentikan penambangan emas ilegal yang jelas-jelas merugikan warga dan merusak lingkungan.

BACA JUGA :  Buruh Tambang Keluhkan Hari Libur Nasional Dihilangkan, Tetap Masuk Kerja Namun Dibayar Hari Biasa

Atas kondisi tersebut, masyarakat secara tegas meminta aparat penegak hukum, baik Polres Merangin maupun Polda Jambi, untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan penindakan tegas terhadap seluruh aktivitas PETI di Desa Karang Berahi.

“Kami mohon kepada Bapak Kapolda Jambi untuk turun tangan langsung. Jangan dibiarkan terus. Kalau begini terus, kami sebagai masyarakat kecil yang paling dirugikan,” harap warga.

Masyarakat berharap penegakan hukum benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu, demi menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin hak warga atas sumber air yang layak dan bersih.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80
Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:30 WIB

Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:43 WIB

Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:11 WIB

Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB