SUARA UTAMA – Surabaya, 2 Januari 2026 — Kegiatan akademik tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Sejumlah mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memanfaatkan waktu libur dengan melakukan kunjungan ke ruang-ruang publik dan destinasi wisata di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi sarana rekreasi sekaligus refleksi sosial atas dinamika masyarakat di ruang publik.
Salah satu mahasiswa yang melakukan kegiatan tersebut adalah Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi UINSA. Reyhan mengunjungi Selecta Recreation Park dan Alun-Alun Kota Batu, dua lokasi yang dikenal sebagai pusat aktivitas wisata dan interaksi sosial masyarakat.
Menurut Reyhan, ruang wisata memiliki peran penting sebagai ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan sosial. “Di tempat wisata, kita bisa melihat langsung interaksi antara wisatawan, pedagang, pengelola, hingga masyarakat lokal. Ini menjadi gambaran nyata bagaimana ruang publik bekerja dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Dari Kampus ke Ruang Publik
Selecta Garden dikenal sebagai destinasi wisata legendaris di kawasan Malang Raya dengan konsep taman, rekreasi keluarga, dan ruang terbuka hijau. Di lokasi ini, mahasiswa dapat mengamati pola konsumsi masyarakat, relasi ekonomi antara pelaku usaha dan pengunjung, serta bentuk pelayanan publik di sektor pariwisata.
Sementara itu, Alun-Alun Kota Batu menjadi ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Aktivitas warga, wisatawan, pelaku UMKM, hingga komunitas lokal berpadu dalam satu ruang yang sama. Kondisi tersebut, menurut Reyhan, mencerminkan fungsi alun-alun sebagai pusat interaksi sosial sekaligus simbol kehidupan perkotaan.
“Alun-alun bukan sekadar tempat bersantai, tetapi ruang sosial yang hidup. Di sana terlihat bagaimana masyarakat berinteraksi secara spontan tanpa sekat formal,” tambahnya.
Pariwisata sebagai Media Pembelajaran Kontekstual
Kegiatan ini juga sejalan dengan pendekatan pembelajaran sosiologi yang menekankan pentingnya observasi langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memahami teori melalui literatur, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial yang dijumpai secara langsung.
Melalui kunjungan ke ruang publik dan destinasi wisata, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan analisis kritis, serta pemahaman yang lebih utuh mengenai perubahan sosial di masyarakat.
“Belajar sosiologi tidak selalu harus melalui diskusi kelas. Mengamati masyarakat secara langsung justru membantu kami memahami teori dengan lebih kontekstual,” ungkap Reyhan.
Menjaga Keseimbangan Akademik dan Mental
Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Lingkungan wisata yang terbuka dan interaksi sosial yang dinamis dinilai mampu memberikan penyegaran sekaligus pengalaman reflektif.
Kota Batu, dengan kekayaan destinasi wisata dan ruang publiknya, dinilai sebagai lokasi yang ideal untuk menggabungkan rekreasi dan refleksi sosial. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Penulis : Odie Priambodo
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






