Penulis: Rahmat Rahman (Nama Hijrah: Mas Andre Hariyanto asal Mojokerto, Jawa Timur)
SUARA UTAMA – Dalam kehidupan bermasyarakat, organisasi hadir sebagai wadah untuk belajar, berdakwah, bersosial, dan berkontribusi bagi kebaikan bersama. Keberadaan organisasi tentu memiliki banyak manfaat, selama dijalankan dengan niat yang lurus dan sikap yang bijak. Namun, sebagai umat Islam, penting untuk selalu mengingat bahwa organisasi adalah sarana, bukan tujuan utama.

Islam mengajarkan nilai persaudaraan dan keseimbangan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa identitas utama seorang Muslim adalah sebagai saudara sesama mukmin. Perbedaan wadah, metode, atau latar belakang tidak seharusnya menghilangkan rasa saling menghormati dan menghargai.
Semua Sama di Hadapan Allah
Dalam Islam, ukuran kemuliaan bukanlah jabatan, kelompok, atau atribut yang melekat pada diri seseorang. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa yang menjadi tolok ukur di sisi Allah adalah ketakwaan. Karena itu, setiap Muslim hendaknya lebih fokus pada peningkatan kualitas iman, akhlak, dan amal saleh.
Pentingnya Menjaga Niat dan Jati Diri
Berorganisasi adalah bagian dari ikhtiar dalam menebar manfaat. Namun, seorang Muslim tetap perlu menjaga jati dirinya sebagai hamba Allah. Loyalitas terhadap organisasi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar Islam seperti keikhlasan, persatuan, dan saling menghormati.
Sikap bijak adalah ketika seseorang mampu mencintai dan mendukung organisasinya, namun tetap terbuka, rendah hati, dan menghargai perbedaan.
Amal yang Terus Mengalir
Kehidupan di dunia bersifat sementara. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj ini mengingatkan bahwa yang akan terus bernilai adalah amal kebaikan yang ikhlas dan bermanfaat bagi sesama.
Persatuan umat dan keikhlasan dalam beramal adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Organisasi dapat menjadi sarana untuk berbuat baik, tetapi yang paling utama adalah menjaga hati, memperkuat ketakwaan, dan memperbanyak amal yang membawa manfaat luas.
Semoga kita senantiasa diberikan kebijaksanaan dalam bersikap, ketulusan dalam beramal, dan semangat untuk menjaga persaudaraan umat. Aamiin.
Penulis : Zhafran Saif Ghazi Al-Amin
Editor : Zahwa Qarira Nazhira
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama











