Harga Emas Antam Naik, Sentuh Rp2,3 Juta per Gram: Investor Kembali ke Safe Haven

- Publisher

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai emas tetap menjadi komoditas safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai emas tetap menjadi komoditas safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

SUARA UTAMA – Jakarta, 8 Oktober 2025 — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melesat pada perdagangan Rabu (8/10/2025). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas naik sebesar Rp7.000 menjadi Rp2.296.000 per gram, mencatatkan rekor tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan ini memperkuat tren positif harga emas yang terjadi sejak awal kuartal IV-2025, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, pelemahan mata uang utama dunia, dan ekspektasi perubahan kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral besar.

Investor Kembali ke Aset Aman

Kondisi pasar yang masih bergejolak membuat investor global kembali beralih ke instrumen safe haven seperti emas. Kekhawatiran terhadap potensi resesi di Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi di Tiongkok juga menjadi katalis utama penguatan harga logam mulia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis fiskal dan moneter sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas kali ini merupakan refleksi dari kepercayaan investor terhadap daya tahan emas dalam menjaga nilai kekayaan.

BACA JUGA :  PUTUSAN FENOMENAL PRA PERADILAN 2026: KORBAN MENANG, NEGARA DIPAKSA MEMBERI KEPASTIAN HUKUM

“Emas masih menjadi komoditas yang paling banyak dipercaya sebagai safe haven. Ketika pasar keuangan bergejolak dan nilai tukar melemah, emas selalu menjadi pilihan utama investor karena nilainya relatif aman dan cenderung naik dalam kondisi ketidakpastian,” ujar Yulianto di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Faktor Global: Dolar AS Melemah, Permintaan Asia Menguat

Menurut Yulianto, penguatan harga emas global juga tidak lepas dari pelemahan dolar AS yang terjadi akibat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve. Saat dolar melemah, harga emas menjadi lebih menarik bagi investor non-AS karena biayanya relatif lebih murah.

BACA JUGA :  DPRD Berau Menyoroti Ketimpangan Data. Jangan Hanya Bagus Diatas Kertas, Nyatanya Warga lokasi Susah Mendapat Kerja.

Selain itu, permintaan emas fisik di kawasan Asia juga meningkat tajam menjelang musim perayaan akhir tahun, terutama dari India dan Tiongkok. “Pasar Asia memiliki peran besar dalam menentukan arah harga emas dunia. Ketika permintaan meningkat, tekanan suplai ikut memengaruhi harga global,” jelas Yulianto.

Tren Nasional: Buyback Ikut Menguat

Di tingkat domestik, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali juga naik menjadi Rp2.184.000 per gram, menandakan kestabilan tren positif di sektor logam mulia nasional.

Para pelaku pasar dalam negeri menilai, kenaikan harga buyback mendorong minat masyarakat untuk menjual emas mereka guna merealisasikan keuntungan jangka pendek. Namun, sebagian investor justru memilih menambah kepemilikan emas sebagai strategi diversifikasi portofolio menghadapi fluktuasi ekonomi.

Proyeksi: Potensi Menembus Rp2,3 Juta per Gram

Sejumlah analis memprediksi harga emas Antam berpotensi menembus Rp2,3 juta per gram dalam waktu dekat, terutama jika kondisi geopolitik global tidak mereda. Konflik yang masih berlangsung di beberapa kawasan strategis serta tekanan inflasi yang belum terkendali menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi Klenang Kidul Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan Diduga Ikut Cawe Cawe 

“Selama ekonomi global belum stabil, emas akan tetap jadi aset lindung nilai utama bagi investor. Kenaikan harga saat ini bukan sekadar momentum musiman, tetapi refleksi dari pergeseran orientasi investasi global ke arah aset yang lebih defensif,” tutup Yulianto.

Kesimpulan

Kenaikan harga emas Antam hari ini memperkuat posisi logam mulia sebagai komoditas strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Dengan daya tahan tinggi terhadap inflasi dan gejolak pasar, emas masih memegang peran penting sebagai instrumen perlindungan nilai yang relevan bagi investor ritel maupun institusi.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum
Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 
Harta Warisan Tanpa Surat Wasiat | Advokat Kaltim Uraikan Hak Waris Menurut Hukum Indonesia
Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 
Bupati Lutim Terima BPP DOB Luwu Raya
Abaikan Penolakan Lama Warga, Lapangan Japati Caringin Kini Justru Jadi Sumber Petaka Kebakaran Dua Hari Berturut-turut
Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:15 WIB

Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:39 WIB

Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WIB

Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:37 WIB

Harta Warisan Tanpa Surat Wasiat | Advokat Kaltim Uraikan Hak Waris Menurut Hukum Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:10 WIB

Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 

Berita Terbaru

Berita Utama

Sorotan untuk Kopdes

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:51 WIB