Gus Miftah Tuai Kritik: Pernyataannya Disebut Mengikis Nilai Moral

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Gus Miftah, seorang tokoh agama yang dikenal luas sebagai figur yang menjunjung tinggi nilai moral dan etika, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Eferi Lahagu, Koordinator Wilayah Kawal Gibran Bersama (Korwil KGB) Kalimantan Raya.

Eferi menyampaikan kekecewaannya atas ucapan Gus Miftah yang dianggap mengolok-olok seorang penjual teh. “Sebagai publik figur, Gus Miftah seharusnya lebih berhati-hati dalam bertutur kata, apalagi di depan umum. Saya pribadi terpukul mendengar ucapan ini,” ujar Eferi dengan nada kecewa. Menurutnya, candaan tersebut tidak mencerminkan nilai moral yang seharusnya dijunjung oleh seorang tokoh agama.

Eferi menambahkan, Gus Miftah yang sebelumnya dikenal sebagai sosok penuh teladan dan etika, kini tampak berbeda setelah masuk dalam lingkaran pemerintahan. “Setelah masuk ke kabinet Merah Putih, kok rasanya ada yang berubah. Apakah karena kesombongan atau hal lainnya? Saya tidak tahu,” ungkapnya.

Pernyataan ini semakin memperpanjang daftar kontroversi yang melibatkan tokoh publik. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan pernyataan Maruarar Sirait yang tidak mencantumkan foto Wakil Presiden Gibran dalam flyer Rakornas Perumahan dan Permukiman Rakyat baru-baru ini, Kedua insiden ini memunculkan pertanyaan besar tentang sensitivitas dan etika pejabat publik di era sekarang.

BACA JUGA :  Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri: Momentum Percepatan Perubahan Menuju Polisi Modern, Akuntabel, dan Humanis

“Dunia bisa kacau jika moralitas dikorbankan demi kepuasan jabatan,” tegas Eferi. Ia juga menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah evaluasi terhadap kinerja para pejabat tersebut. “Setidaknya mereka perlu mendapat nasihat untuk memperbaiki sikap dan ucapan mereka,” tambahnya.

Gus Miftah sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang menjadi kontroversi ini. Namun, polemik yang terjadi menunjukkan bahwa masyarakat, termasuk tokoh seperti Eferi Lahagu, berharap para pejabat publik dapat menjadi teladan dalam setiap sikap dan ucapan mereka.

Kritik dan Harapan Masyarakat

Masyarakat kini menantikan tanggapan dari Gus Miftah dan pihak terkait. Kritik ini menjadi pengingat penting bagi para tokoh publik untuk lebih menjaga ucapan dan perilaku mereka di hadapan khalayak. Dalam konteks ini, nilai moral dan etika bukan hanya sekadar atribut pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial yang melekat pada status mereka sebagai figur publik.

Dengan semakin banyaknya kontroversi yang menyeret nama pejabat atau tokoh publik, penting kiranya evaluasi dan introspeksi dilakukan. Harapan besar ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan arahan yang tepat demi menjaga citra pemerintah dan moralitas bangsa.

Penulis : Yoga Wowor

Sumber Berita : Eferi Lahagu, Koordinator Wilayah Kalimantan Raya Kawal Gibran Bersama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Israel Menghancurkan Markas UNRWA
Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:49

Israel Menghancurkan Markas UNRWA

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:27

Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru