Dompeng Rakit Roni Bebas Beroperasi di Desa Kapuk, Warga Curiga Ada Bekingan Kuat

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas ilegal tanpa izin (PETI) kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Merangin. Kali ini, aktivitas dompeng rakit terpantau bebas beroperasi di Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu, yang diduga kuat milik seorang pria bernama Roni.

Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan pada Rabu, 11 Februari 2026, ditemukan beberapa set dompeng rakit sedang bekerja di aliran sungai dan kawasan sekitar Desa Kapuk. Aktivitas tersebut terlihat jelas memporak-porandakan alam serta merusak lingkungan tanpa mengindahkan dampak yang ditimbulkan.

Sejumlah warga setempat yang ditemui media ini mengungkapkan bahwa dompeng rakit yang beroperasi itu sudah lama berjalan dan diketahui milik Roni.
“Ya bang, itu milik Roni, dompeng rakit yang sedang kerja itu,” ujar salah seorang warga.

Warga menyebut, aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Desa Kapuk sudah bukan hal baru lagi. Bahkan, keberadaan PETI di kawasan tersebut disebut semakin menjamur layaknya jamur tumbuh di musim hujan.
“Di Merangin ini, khususnya Desa Kapuk, PETI sudah seperti jamur tumbuh di musim hujan. Banyak sekali,” ungkap warga lainnya.

Lebih lanjut, masyarakat menduga aktivitas penambangan emas ilegal ini seolah berjalan mulus tanpa hambatan karena adanya pihak-pihak kuat yang membekingi.
“Kalau PETI bisa aman begini, pasti ada orang kuat di belakangnya bang. Tidak mungkin bisa bebas seperti itu,” kata warga.

BACA JUGA :  "IPMMO Se-Jawa dan Bali; Desak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Indonesia Tarik militer dari intanJaya"

Warga juga menyoroti tidak adanya tindakan tegas atau razia dari aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Mereka menduga, aktivitas ilegal ini tetap aman karena adanya setoran yang berjalan lancar.
“Iya bang, di sini tidak pernah ada razia. Diduga setoran lancar, makanya aman-aman saja. Buktinya pekerja PETI melenggang bebas,” ujarnya.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum tidak lagi melakukan penindakan secara tebang pilih. Mereka meminta penertiban dilakukan secara serius karena aktivitas PETI telah merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.

“Kalau mau menindak PETI, gampang bang. Dari Simpang Seling masuk sampai Tabir Ulu, lihat kiri kanan jalan, ratusan penambang ilegal menjamur. Tidak sulit ditemukan,” tegas warga.

Aktivitas dompeng rakit milik Roni di Desa Kapuk ini menjadi bukti nyata bahwa praktik penambangan emas ilegal masih marak dan seakan kebal hukum. Warga mendesak aparat segera turun tangan sebelum kerusakan lingkungan semakin parah dan menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Jembatan Gantung Rp.200 Juta Muara Pangi Mangkrak, Inspektorat Diminta Periksa Kades Arpis
Motor Guru PAUD Hilang, Oknum Mengaku dari Disdikdaya Kab. Probolinggo Terindikasi Dugaan Intimidasi Korban
Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar
PETI Excavator Diduga Milik Harahap Menggila di Desa Tambang Emas, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Klarifikasi Penanam kayu Sengon Yang di Tebang Pinggir Jalan Ruas Jalan Pekalen -Klenang kidul
KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo
PETI di Desa Bukit Bungkul Mengamuk, Aparat Diam: Ada Beking Kuat di Balik Ponidi?
Diduga Lalai Dalam Menjalankan Tugas, Oknum Petugas Jalan PU Ruas Jalan Pekalen -Klenang Jadi Sorotan 

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:23

Dompeng Rakit Roni Bebas Beroperasi di Desa Kapuk, Warga Curiga Ada Bekingan Kuat

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:30

Jembatan Gantung Rp.200 Juta Muara Pangi Mangkrak, Inspektorat Diminta Periksa Kades Arpis

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33

Motor Guru PAUD Hilang, Oknum Mengaku dari Disdikdaya Kab. Probolinggo Terindikasi Dugaan Intimidasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:39

Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:26

PETI Excavator Diduga Milik Harahap Menggila di Desa Tambang Emas, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:06

Klarifikasi Penanam kayu Sengon Yang di Tebang Pinggir Jalan Ruas Jalan Pekalen -Klenang kidul

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:46

KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:38

PETI di Desa Bukit Bungkul Mengamuk, Aparat Diam: Ada Beking Kuat di Balik Ponidi?

Berita Terbaru