SUARA UTAMA, Tanggamus – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ahmad Dahlan Kabupaten Tanggamus mulai melaksanakan rangkaian manasik haji bagi calon jamaah haji tahun 1448 Hijriah, Selasa (1/9/2026).

Meskipun pelaksanaan ibadah haji 1448 H diperkirakan berlangsung pada Mei 2027, persiapan bagi calon jamaah haji telah dilakukan sejak dini. Pembukaan manasik dilaksanakan di ruang pertemuan SMK Muhammadiyah Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanggamus yang diwakili Drs. H. Harsono, salah satu anggota pleno PDM Tanggamus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Harsono menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik bertujuan memberikan pembekalan kepada calon jamaah agar lebih siap dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, bimbingan perlu diberikan sejak awal, terutama karena sebagian besar calon jamaah haji saat ini berada pada usia lanjut.
Sementara itu, Ketua KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus, H. Maryono, S.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk sementara terdapat 48 calon jamaah haji yang mengikuti bimbingan melalui KBIHU Ahmad Dahlan.
“Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah seiring dengan proses pelunasan dan pemeriksaan (checking) oleh Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.
Maryono menjelaskan, rangkaian manasik haji tahun 2026/2027 akan dilaksanakan sebanyak 15 kali pertemuan, yang terdiri atas pembelajaran teori secara klasikal serta praktik lapangan.
Kegiatan manasik akan dilaksanakan di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Gisting dan Islamic Centre Bandar Lampung.
Pada pertemuan perdana, materi disampaikan oleh Hj. Novalia Rohmawati, M.H.I., selaku Kasi Bina dan Pelayanan Haji pada Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tanggamus.
Novalia menyampaikan sejumlah kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, ia turut berbagi pengalaman selama menjalankan tugas sebagai petugas haji pada 2025, khususnya dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Novalia juga menjelaskan tagline Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan kepada jamaah, yakni Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan.
Menurutnya, perhatian terhadap kelompok tersebut menjadi penting mengingat mayoritas jamaah haji Indonesia berada pada usia lanjut. Kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia yang dapat mencapai lebih dari 12 tahun sejak calon jamaah melakukan pendaftaran.
Selain pembukaan manasik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Camat Gisting yang baru, Eko Seyiono, S.E., M.M.
Eko Seyiono dilantik pada Rabu (26/8/2026) dan mulai menjalankan tugasnya sebagai Camat Gisting sejak Kamis (27/8/2026).
Pembukaan manasik haji KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus tersebut menjadi langkah awal bagi para calon jamaah untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi pengetahuan, pemahaman tata cara ibadah maupun kesiapan menghadapi kondisi selama berada di Tanah Suci.
Dengan pembekalan yang dilakukan secara bertahap melalui teori dan praktik, para calon jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 1448 H dengan lebih tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan.
Penulis : Akhmadi Sumaryanto
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











