Tangis Haru di SDN 10 Ratte: Mardan Tinggalkan Jabatan, Titip Masa Depan Anak-Anak

- Publisher

Selasa, 1 September 2026 - 20:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, MAJENE — Bukan sekadar seremoni pelepasan. Momentum purna bakti Kepala SDN 10 Ratte, Mardan, Senin (31/8/2026), berubah menjadi panggung penuh haru, refleksi, dan pesan tentang arti sebuah pengabdian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua/wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Kappung Ratte, Mardan menyampaikan salam perpisahan setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai kepala sekolah.

Dengan nada penuh haru, ia menegaskan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhirnya hubungan emosional dengan sekolah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Yang berakhir hari ini hanyalah masa tugas saya. Bukan rasa cinta saya kepada sekolah ini, bukan hubungan kekeluargaan kita, dan bukan pula doa saya untuk kemajuan SDN 10 Ratte,” kata Mardan.

Menurutnya, SDN 10 Ratte bukan hanya tempat untuk menjalankan pekerjaan, tetapi telah menjadi ruang panjang untuk belajar tentang kepemimpinan, kesabaran, perbedaan, kebersamaan, dan terutama tentang besarnya amanah mendidik anak-anak.

Mengaku Tak Sempurna, Mardan Minta Maaf

Di penghujung masa pengabdiannya, Mardan juga memilih untuk membuka diri.

Ia mengakui, selama memimpin sekolah tentu tidak semua keputusan dapat menyenangkan semua pihak. Ada kemungkinan perkataan yang terlalu keras, kebijakan yang kurang berkenan, maupun sikap yang tanpa sengaja melukai hati.

Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar SDN 10 Ratte.

“Tidak ada pemimpin yang sempurna. Saya pun demikian. Jika selama saya memimpin ada kebaikan, itu semata-mata karena pertolongan Allah SWT dan kerja sama kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, itu adalah keterbatasan diri saya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pererat Kebersamaan, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Family Gathering Penuh Keakraban di Muara Karing

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam acara pelepasan tersebut.

Mardan juga berpesan kepada para guru agar tidak pernah lelah mendidik.

Baginya, guru mungkin tidak selalu dapat melihat hasil perjuangannya hari ini. Namun, ilmu, karakter, dan nilai yang ditanamkan kepada siswa dapat menjadi bekal yang menentukan masa depan mereka.

“Jangan pernah lelah menjadi guru,” pesannya.

Untuk Anak-Anak Ratte : Jangan Karena dari Kampung, Cita-Cita Harus Kecil

Pesan khusus juga disampaikan Mardan kepada siswa-siswi SDN 10 Ratte.

Ia meminta anak-anak untuk rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga akhlak, serta berani memiliki cita-cita besar.

“Walaupun kalian berasal dari kampung, jangan pernah merasa bahwa cita-cita kalian harus kecil,” tegasnya.

Menurut Mardan, tempat seseorang dilahirkan bukanlah penentu masa depannya.

“Masa depan kalian tidak ditentukan oleh tempat kalian dilahirkan, tetapi oleh usaha, doa, ilmu, dan akhlak yang kalian miliki,” lanjutnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbatasan lingkungan bukan alasan bagi anak-anak untuk membatasi mimpi.

Guru : Terima Kasih Telah Memimpin dan Membersamai

Perwakilan guru SDN 10 Ratte, Muhammad Yusuf Jambas, menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas seluruh pengabdian Mardan selama memimpin sekolah.

Menurutnya, perjalanan kepemimpinan tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada pekerjaan berat, persoalan yang harus diselesaikan, hingga perbedaan pendapat yang menjadi bagian dari dinamika sebuah keluarga besar.

BACA JUGA :  Pisah Sambut Kalapas Bangko, Heri Tinggalkan Kesan, Syaikoni Bawa Harapan Baru

Namun, di balik semua itu, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipikul seorang kepala sekolah.

“Di balik setiap keputusan, ada tanggung jawab yang besar. Di balik setiap kebijakan, ada kepentingan sekolah dan anak-anak yang harus dipikirkan,” ujar Muhammad Yusuf.

Atas nama guru dan tenaga kependidikan, ia menyampaikan terima kasih atas bimbingan, arahan, kesabaran, waktu, tenaga, pikiran, dan pengorbanan yang telah diberikan Mardan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kebersamaan.

“Jabatan boleh berakhir, tetapi jasa dan keteladanan akan tetap hidup dalam hati kami,” ungkapnya.

Kepala Kappung Ratte: Ini Bukan Sekadar Perpisahan

Sementara itu, Kepala Kappung Ratte, I Hmcr, menilai momentum tersebut bukan sekadar perpisahan seorang kepala sekolah dengan lingkungan kedinasannya.

Atas nama masyarakat Kappung Ratte, ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Mardan atas pengabdian, tenaga, pikiran, serta waktunya untuk kemajuan pendidikan di SDN 10 Ratte.

Menurut I Hmcr, kepala sekolah bukan hanya pemimpin di lingkungan sekolah, tetapi juga telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat.

“Kami tidak ingin menyebutnya sebagai perpisahan semata, tetapi sebagai bentuk penghormatan atas sebuah perjalanan pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa purna bakti tidak identik dengan berhentinya seseorang memberikan manfaat.

“Masa pengabdian boleh berakhir secara administratif, tetapi ilmu, keteladanan, nasihat, dan kebaikan yang telah ditanamkan akan terus hidup,” tegasnya.

I Hmcr juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memajukan SDN 10 Ratte.

BACA JUGA :  Gunakan Excavator, Aktivitas PETI Diduga Milik Kunep di Desa Pulau Baru Jadi Sorotan Warga

Sebab, menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

Mardan Tinggalkan Jabatan, Bukan Keluarga Besar SDN 10 Ratte

Di penghujung sambutannya, Mardan kembali menyampaikan satu pesan yang menjadi benang merah dari seluruh acara.

Ia menitipkan SDN 10 Ratte kepada seluruh keluarga besar sekolah dan masyarakat Kappung Ratte.

“Mari kita jaga sekolah ini, kita majukan pendidikannya, dan kita pastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan terbaik,” ujarnya.

Mardan menegaskan bahwa dirinya memang meninggalkan jabatan, tetapi tidak meninggalkan keluarga besar SDN 10 Ratte.

“Jika selama ini saya berdiri di depan sebagai kepala sekolah, maka setelah purna bakti saya berharap tetap bisa berdiri sebagai bagian dari keluarga besar sekolah ini,” katanya.

Kalimat penutupnya pun menjadi pesan yang sulit dilupakan.

“Terima kasih SDN 10 Ratte. Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup saya.”

Kemudian ia menutup dengan sebuah harapan sederhana namun sarat makna :

“Jabatan boleh berakhir, masa tugas boleh selesai, tetapi persaudaraan dan silaturahmi semoga tetap terjaga selamanya.”

Purna bakti Mardan akhirnya bukan hanya menandai berakhirnya sebuah masa jabatan. Lebih dari itu, ia menjadi penanda bahwa pengabdian seorang pendidik tidak pernah benar-benar selesai ketika jabatan berakhir.

Sebab, jabatan memiliki batas waktu, tetapi ilmu, keteladanan, dan kebaikan yang ditanamkan kepada generasi penerus dapat terus hidup jauh setelah seorang guru meninggalkan ruang kerjanya.

Penulis : Hamsir

Editor : Hamsir

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

14 Hari Operasi Antik Marano, Polres Majene Bongkar Kasus Sabu : Tiga Tersangka Diciduk, 1,198 Gram Barang Bukti Disita
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Bangko Syaikoni Sambangi Kejari Merangin
Kalapas Baru Bangko Perkuat Sinergi, Awali Langkah dengan Silaturahmi
KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus Buka Manasik Haji 1448 H, 48 Calon Jamaah Ikuti Persiapan
Lapas Bangko Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Melalui “Bersholawat untuk Negeri”
Respons Cepat Bupati Merangin H.M. Syukur, Naqi Cake di Desa Rasau Dapat Dukungan Pemerintah
Program Magang di PT Dupoin Indonesia, Mahasiswa Djuanda Perkuat Pengalaman di Bidang Marketing
Pasien Hamil 7 Bulan Keluhkan Lambannya Pelayanan IGD RSUD Bangko, Keluarga Pilih Pindah ke MMC
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:13 WIB

14 Hari Operasi Antik Marano, Polres Majene Bongkar Kasus Sabu : Tiga Tersangka Diciduk, 1,198 Gram Barang Bukti Disita

Rabu, 2 September 2026 - 10:52 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Bangko Syaikoni Sambangi Kejari Merangin

Rabu, 2 September 2026 - 10:47 WIB

Kalapas Baru Bangko Perkuat Sinergi, Awali Langkah dengan Silaturahmi

Selasa, 1 September 2026 - 20:33 WIB

Lapas Bangko Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Melalui “Bersholawat untuk Negeri”

Selasa, 1 September 2026 - 20:05 WIB

Tangis Haru di SDN 10 Ratte: Mardan Tinggalkan Jabatan, Titip Masa Depan Anak-Anak

Berita Terbaru

mancingjitu