
Ahmad Arbani/ Wartawan Suara Utama.
SUARA UTAMA, Barito Selatan – PLN Unit Layanan Pelanggan Buntok angkat bicara soal pemadaman listrik bergilir di Barito Selatan dan sekitarnya. Manager PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, menyebut penyebabnya adalah gangguan pada pembangkit yang membuat sistem defisit daya. Pernyataan disampaikan di Buntok kepada awak media, Selasa, 30 Juni 2026.
Vivin menegaskan pemadaman bukan karena pengurangan pasokan, keterbatasan bahan bakar, maupun pengurangan subsidi listrik.
“Ini bukan karena pengurangan pasokan, masalah bahan bakar ataupun subsidi. Pemadaman dilakukan karena terdapat gangguan pada pembangkit yang menyebabkan pasokan daya tidak mencukupi kebutuhan sistem,” katanya.
Ia mengibaratkan kondisi itu seperti 4 orang mengangkat beban 100 kilogram. Jika satu orang tidak bekerja, 3 orang sisanya tidak akan mampu.
“Pilihannya mengurangi sebagian beban melalui pemadaman bergilir atau berisiko padam total. PLN memilih pengaturan beban bergilir agar sistem tetap beroperasi,” ujarnya.
Vivin menjelaskan pembagian tugas di PLN. Unit pembangkit menghasilkan listrik, transmisi menyalurkan tegangan tinggi antardaerah, dan distribusi menyalurkan ke pelanggan.
“Sebagai unit distribusi, kami berwenang membagi beban sesuai daya yang tersedia dari pembangkit. Yang menetapkan daya tersedia adalah unit yang berbeda,” katanya.
Pengaturan dilakukan per jalur distribusi. Akibatnya, sebagian wilayah menyala sementara wilayah lain padam. Pola itu dipakai agar dampak dibagi proporsional
Barito Selatan masuk sistem interkoneksi yang terhubung dengan wilayah lain. Gangguan pada pembangkit di sistem itu membuat pasokan berkurang, sehingga dampaknya dirasakan hingga Barsel.
Untuk penyebab teknis gangguan pembangkit, Vivin menolak berspekulasi.
“Kami tidak akan berspekulasi. Informasi teknis pembangkitan adalah kewenangan unit pembangkit. Kami hanya menyampaikan yang menjadi wewenang kami,” tegasnya.
PLN ULP Buntok memastikan informasi pengaturan beban dan perkembangan sistem akan diumumkan melalui kanal resmi setelah data final. Tujuannya agar masyarakat tidak bingung.
“Pengaturan beban adalah langkah teknis menjaga keandalan sistem selama gangguan ditangani. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan terus berkoordinasi agar sistem segera normal,” pungkasnya.
Pelayanan RSUD 24 Jam Sangat Terdampak
Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan, dr Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD kepada Suara Utama Rabu, 01 Juli 2026 diruang humas RSUD, menyebut pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini, sangat menggangu operasional rumah sakit.
Pasalnya, seluruh layanan rumah sakit berjalan 24 jam dan sangat bergantung pada listrik. “Dampaknya membebani genset. Anggaran untuk BBM genset jadi membengkak” katanya.
Dadang merinci, ruang operasi, ICU, ICCU, dan NICU paling terdampak karena seluruh peralatannya menggunakan listrik. Kenyamanan pasien juga terganggu. Dengan kapasitas genset saat ini, suhu AC harus dibatasi.
“Seluruh ruang perawatan pasien dari VIP sampaI kelas 3 menggunakan AC. Khusus kelas 3 ada tambahan kipas angin. Apa lagi RSUD Jaraga Sasameh saat ini sudah menerapkan Rekam Medis Elektronik atau RME, tentu saja berakibat langsung dari pemadaman listrik ini” tutup Dadang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ahmad Arbani
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama









