Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

- Publisher

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Sertifikat progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading kulon kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur terus menyedot perhatian publik. Terbit nya sertifikat Hak milik Nomor 129 Luas 207 M². Sertifikat Hak milik Nomor 00802 Luas 305 M². Sertifikat Hak milik Nomor 140 Luas 166 M². Sertifikat hak milik Nomor 127 Luas 64 M². Diduga berdampak pada kerugian masyarakat, Ahli waris dan uang Negara. 26/06/2026.

Adapun persyaratan dasar penerbitan sertifikat PRONA tahun 2010, diduga kuat berdasarkan Leter C tumpang tindih (ganda) Pernyataan hibah yang nomor rigester nya tidak tercatat dalam arsip desa (fiktif) bukan berdasarkan akte hibah yang di buat oleh PPAT atau notaris, dan bukan ahli waris yang sah. Sementara hasil ukur diduga menindih jalan desa sehingga paving yang di bangun oleh pemerintah desa Gading kulon sekitar tahun 2017 di bongkar sekira tahun 2023 oleh salah satu pemegang Sertifikat. Aneh nya, dalam Gambar petak bidang yang di buat oleh ATR/BPN terdapat jalan desa. Namun, tidak sesuai fakta di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karenanya, Oknum Pokmas serta Oknum Satgas dari ATR/BPN kabupaten Probolinggo diduga kuat lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Terindikasi tidak cermat dan tidak teliti dalam memvalidasi Persyaratan dasar pendaftaran sertifikat melalui program PRONA tahun 2010 dan PTSL 2018. Sehingga Kuat dugaan cacat Administrasi dan Yuridis.

BACA JUGA :  ATR/BPN Kabupaten Probolinggo di Minta Bertanggung Jawab, Berpotensi Dikenakan Sanksi Administratif Hingga Pidana

Penerbitan sertifikat PRONA dan PTSL dengan dasar alas hak/hibah yang tidak jelas (tanpa tanggal, merujuk pada Leter C yang salah, dan diberikan oleh bukan ahli waris yang sah). Berpotensi cacat administrasi dan cacat yuridis. Diduga melanggar Pasal 24 ayat (1) jo. Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Sertifikat melalui program PRONA dan PTSL yang diduga menggunakan dasar surat hibah fiktif atau nomor register tidak terdaftar di arsip pemerintah desa, melanggar hukum perdata dan aturan administrasi pertanahan. Sebagaimana di atur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) juncto Pasal 37 Ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Pendaftaran sertifikat hibah melalui program PRONA tahun 2010 tanpa menggunakan Akta Hibah yang di buat oleh PPAT atau Notaris, maka secara hukum dianggap tidak sah dan berpotensi membatalkan peralihan hak. Oleh karenanya Proses tersebut melanggar Pasal 1682 KUH Perdata dan Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

BACA JUGA :  Warga Desa Gading Kulon Mendesak ATR/BPN, Segera Mengambil Tindakan dan Keputusan Agar Kebenaran Terungkap 

Hasil ukur ATR/BPN melalui Sertifikat Progam PRONA dan PTSL yang diduga mencaplok jalan desa. Dapat dijerat atas pelanggaran asas dan tata cara pendaftaran tanah yang diatur dalam Pasal 63 ayat (1) jo. Pasal 19 ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Serta undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 19 ayat (2). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 13 dan Pasal 63 ayat (1).

Bagi oknum Pegawai ATR/BPN Kabupaten Probolinggo (Panitia Ajudikasi) yang diduga melakukan Kelalaian, maladministrasi, atau ketidak cermatan dalam prosedur pengukuran. Di kenakan sanksi administratif dan sanksi di siplin. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Terkait pembatalan sertipikat, Berdasarkan Permen ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020.

Dugaan tersebut menyedot perhatian warga Desa Gading Kulon “AM” Ia meyakini, bahwa kejadian yang di alami ahli waris dari Djawa satino, juga terjadi pada warga Desa Gading kulon yang lain. Ia bertekad akan menelusuri semua nya. Dengan tujuan agar masyarakat tidak menjadi korban para mafia tanah dan meminta pertanggung jawaban dari pihak pihak terkait.

BACA JUGA :  PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah

“Kami sangat yakin, bukan hanya ahli waris dari Djawa satino. Permasalahan serupa pasti banyak di desa Gading kulon. Jadi ahli waris yang sebenarnya, harus siap siap kehilangan dua kali, Selain tanah nya sudah di kuasai orang, harus mengeluarkan modal untuk memperjuangkan pembatalan sertifikat di Pengadilan. Sementara oknum nya enak Ketawa ketiwi. Jadi Masyarakat itu kesan nya menjadi korban para mafia tanah. “Pungkas nya.

Sementara Kabiro Media online Suara Utama kabupaten Probolinggo pada tanggal 01 Juni 2026 telah mengirimkan surat permohonan klarifikasi secara resmi yang di tujukan kepada kepala kantor ATR/BPN kabupaten Probolinggo. Terkait dugaan Leter C tumpang tindih, Nomor rigester pernyataan hibah yang diduga tidak terdaftar di arsip desa, Syarat pendaftaran sertifikat PRONA tidak berdasar kan akte hibah, Luas hasil ukur, gambar petak bidang yang diduga tidak sesuai di lapangan dan tangung jawab ATR/BPN Kabupaten Probolinggo. Namun, Sampai berita ini di tayangkan belum ada jawaban.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/