SUARA UTAMA, Makassar –SMK Negeri 3 Makassar sukses menggelar Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P8) yang berlangsung meriah di Lapangan Upacara sekolah, Rabu (17/6/2026) mulai pukul 09.00 WITA.
Kegiatan ini diikuti oleh enam program kompetensi keahlian yang menampilkan berbagai karya inovatif, produk pembelajaran berbasis proyek, serta hasil kreativitas peserta didik sebagai implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan karakter, kompetensi, dan kemandirian siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala SMKN 3 Makassar, Nuraliyah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan peserta didik yang telah berkolaborasi menghadirkan karya-karya terbaik dalam pameran tersebut.
“Pameran ini bukan hanya ajang unjuk karya, tetapi juga bukti nyata bahwa siswa SMK mampu berinovasi, bekerja sama, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha,” ujarnya.
Setelah pembukaan, Ketua Panitia P8 menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh program keahlian di lingkungan SMKN 3 Makassar. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi siswa untuk mengasah keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan cinderamata dari Fahrel, S.Sos., selaku perwakilan Sales Region VII kepada pihak sekolah dan jajaran manajemen SMKN 3 Makassar. Cinderamata tersebut diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Adapun penerima cinderamata meliputi Kepala SMKN 3 Makassar Nuraliyah, S.Pd., M.Pd., Wakasek Hubungan Industri Mappa, Wakasek Kurikulum Agustiah, Wakasek Kesiswaan Fadli, Wakasek Sarana dan Prasarana Faisal, serta para Ketua Program Keahlian yakni Hamsir Ardiansyah, S.T. (TKR), Muh. Yuri Gagarin (BKP & DPIB), Ahmad Abdullah (TESHA), Milantje Geureuw (TITL), Hijrah (TPFL), dan Bakrie (TKJ).
Ketua Pelaksana P8, Muh. Yuri Gagarin, juga turut menyerahkan cinderamata kepada enam perwakilan siswa dari masing-masing jurusan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan pameran.
Dalam pameran tersebut, setiap program keahlian menampilkan produk unggulan masing-masing jurusan. Salah satu stand yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang berkolaborasi dengan Pertamina Enduro melalui program Enduro Home Service.
Pada demonstrasi yang diperagakan siswa bernama Handika, pengunjung diperlihatkan secara langsung skema layanan penggantian oli Enduro dengan standar waktu pelayanan maksimal 10 menit, sesuai prosedur yang diterapkan pada bengkel resmi Enduro Motor Service.
Tidak hanya praktik teknis, siswa juga diberikan pengalaman langsung mengenai proses pemasaran produk, pengenalan keunggulan oli Enduro, hingga tata cara pelayanan konsumen sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) industri otomotif.
Ketua Program Keahlian TKR, Hamsir Ardiansyah, S.T., selaku penanggung jawab dan pengarah stand otomotif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembelajaran berbasis industri yang mempertemukan siswa dengan dunia kerja sesungguhnya.
“Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya belajar teknis perawatan kendaraan, tetapi juga memahami bagaimana dunia industri bekerja, termasuk aspek pelayanan dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman langsung seperti ini sangat penting untuk membangun karakter siswa agar siap menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha mandiri di bidang otomotif.
Kolaborasi antara SMKN 3 Makassar dan Pertamina Enduro menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan siswa.
Dengan adanya kegiatan P8 ini, SMKN 3 Makassar berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan dunia industri sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, kreatif, serta memiliki jiwa entrepreneur yang kuat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.