Kebakaran Hutan Meluas, Pemadam Kekurangan Personel.

Sejumlah petugas harus berjibaku dengan keterbatasan tenaga, peralatan, dan medan yang sulit.

- Publisher

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di ruas Jalan Poros Labanan–Tumbit kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya pemadaman yang berlangsung berjam-jam, petugas di lapangan justru menghadapi kendala serius, yakni minimnya jumlah personel untuk mengendalikan api yang terus meluas.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman karhutla yang hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau.

Sejumlah petugas harus berjibaku dengan keterbatasan tenaga, peralatan, dan medan yang sulit. Sementara api terus mengancam kawasan hutan dan berpotensi merembet ke area yang lebih luas. Jika kebakaran semakin membesar, bukan hanya lingkungan yang terdampak, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat kabut asap serta potensi gangguan aktivitas ekonomi.

Yang menjadi perhatian publik, mengapa hingga saat ini persoalan kekurangan personel masih terjadi? Apakah pemerintah daerah telah melakukan pemetaan risiko dan menyiapkan sumber daya yang memadai untuk menghadapi musim kemarau?

BACA JUGA :  SMSI Anugerahkan Penghargaan Kepada 16 Tokoh Nasional Dan Daerah Yang Peduli Kemerdekaan Pers

Kekurangan personel di lapangan bukan sekadar persoalan teknis. Hal ini menyangkut keselamatan petugas yang harus bekerja dalam kondisi berisiko tinggi. Beban kerja yang tidak seimbang dapat memperlambat proses pemadaman dan meningkatkan potensi kebakaran meluas.

Pemerintah daerah, instansi terkait, hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab penanggulangan karhutla bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam, melainkan tanggung jawab bersama yang harus didukung dengan sumber daya yang memadai.

BACA JUGA :  Dewan Pers Perkuat Hak Jurnalistik

Publik kini menunggu langkah konkret. Apakah akan ada penambahan personel, dukungan peralatan, serta keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk membantu penanganan kebakaran?

Jangan sampai setiap kali kebakaran terjadi, alasan yang muncul selalu sama: kekurangan personel, keterbatasan sarana, dan minimnya dukungan. Sementara hutan terus terbakar dan masyarakat harus menanggung dampaknya. ” (Rudi, S) “

Berita Terkait

Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum
PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa
PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Tarif Merek UMKM Tak Naik, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
PETI Diduga Milik Jayak Kian Merajalela di Tanjung Benuang, Warga Tagih Ketegasan APH
Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak
Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:59 WIB

Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:26 WIB

PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:38 WIB

Tarif Merek UMKM Tak Naik, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:55 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand