Hantavirus Masuk Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dan 3 Orang Dilaporkan Meninggal

- Publisher

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id,Makassar – Penyakit hantavirus kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus terdeteksi di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat puluhan warga terinfeksi virus yang ditularkan lewat tikus dan hewan pengerat lainnya tersebut.

 

Perhatian terhadap virus ini meningkat usai muncul laporan kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius akibat infeksi hantavirus jenis Andes Virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan potensi bertambahnya kasus, terutama jika pengendalian kesehatan masyarakat tidak dilakukan secara ketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Umumnya, Andes Virus ditemukan di Amerika Selatan dan menjadi penyebab utama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sangat mematikan.

BACA JUGA :  Waspada Hantavirus! Puluhan Kasus Ditemukan di RI, Tiga Korban Jiwa Berjatuhan

 

Sementara itu di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 23 kasus hantavirus di Indonesia sejak 2024 hingga 2026 minggu ke-16. Dari 23 kasus tersebut, sekurangnya 20 pasien sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

 

Secara total terdeteksi 251 kasus suspek pada periode tersebut, 225 negatif, dan 3 tidak dapat diperiksa. Kasus hantavirus yang paling banyak tercatat adalah pada 2025 sebanyak 17 kasus, kemudian 2026 (hingga minggu ke-16) sebanyak 5 kasus, dan 2024 sebanyak 1 kasus.

 

Kasus hantavirus di Indonesia tersebar di Jakarta (6), Yogyakarta (6), Jawa Barat (5), Jawa Timur (1), Banten (1), Sumatra Barat (1), NTT (1), Sulawesi Utara (1), Kalimantan Barat (1), dan Jawa Timur (1).

BACA JUGA :  Batu bara global kembali menunjukkan taringnya. Batu bara kalori rendah bahkan menyentuh kisaran CNY 563–568 per ton.

 

Gejala Hantavirus di Indonesia

 

Dalam laporan terbarunya, Kemenkes menjelaskan hantavirus disebabkan orthohantavirus yang memiliki 50 varian. Sebanyak 24 varian dapat menginfeksi manusia, antara lain Seoul Virus, Hantaan Virus, Andes Virus (seperti di MV Hondius), dan Sin Nombre Virus.

 

Terdapat dua bentuk klinis dari infeksi hantavirus pada manusia. Pertama, yang sudah disebutkan sebelumnya adalah HPS. Gejalanya adalah demam, nyeri badan, lemas, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasinya 14-17 hari, dengan tingkat kematian (CFR) 60%.

BACA JUGA :  Kesempatan Bergabung di Media Massa Nasional dan Internasional, Redaksi Suara Utama Buka Peluang untuk Kaperwil dan Kabiro di Seluruh Indonesia

Bentuk kedua adalah Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS). Gejalanya demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, dan tubuh menguning. Masa inkubasi 1-2 minggu, dengan tingkat kematian 5-15% atau lebih rendah daripada tipe HPS.

 

Di Indonesia, 23 kasus hantavirus yang terdeteksi memiliki tipe HFRS yang berasal dari varian Seoul Virus. Adapun faktor risiko utamanya adalah kontak dengan tikus atau celurut, ataupun terpapar ekskresi dan sekresinya.

Berita Terkait

Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung
RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME
Ahmad Fahmi Suarakan Aspirasi Petani Sawit, Menteri Pertanian Langsung Respons Keluhan PKS Nakal
SUARA UTAMA Buka Rekrutmen Redaksi Nasional dan Internasional, Siapkan Jurnalis Profesional Berintegritas
TPA Langling Diduga Tak Terkelola Maksimal, Jalan Warga Tertutup Sampah, DLH Merangin Disorot
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Merangin Teguhkan Komitmen Wujudkan Polri Presisi untuk Masyarakat
Dukung Validitas Data Pemilih, Lapas Bangko Hadiri Rapat Pleno Terbuka KPU Merangin
Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Wabup A. Khafidh Apresiasi Kinerja Polres Merangin

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:38 WIB

Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:33 WIB

RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:05 WIB

SUARA UTAMA Buka Rekrutmen Redaksi Nasional dan Internasional, Siapkan Jurnalis Profesional Berintegritas

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:07 WIB

TPA Langling Diduga Tak Terkelola Maksimal, Jalan Warga Tertutup Sampah, DLH Merangin Disorot

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:18 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Merangin Teguhkan Komitmen Wujudkan Polri Presisi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Berita Utama

RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Kamis, 2 Jul 2026 - 00:33 WIB