RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : RSUD Jaraga Sasameh jalan Patianom Buntok. Rabu, 01 Juli 2026.
Ahmad Arbani / Wartawan Suara Utama

SUARA UTAMA, Barito-Selatan – RSUD Jaraga Sasameh masih memverifikasi data rujukan. Rumah sakit itu tengah beralih dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik atau RME, sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022.

Plt. Direktur RSUD Jaraga Sasameh dr. Dadang Baskoro Nugroho,Sp.PD menerangkan hal itu kepada Wartawan Suara Utama, Ahmad Arbani di ruang Humas RSUD Rabu, 01 Juli 2026.

Dadang menyebut RSUD belum merilis angka rujukan terbanyak dan tren dibanding tahun sebelumnya. Penyebabnya, proses migrasi data dari manual ke RME masih berjalan.

“RSUD sedang verifikasi data dari rekam medis manual beralih ke RME. Harapannya secepatnya dapat melaksanakan RME hingga 100 persen, sehingga semua data mudah diakses, lebih akurat dan lebih transparan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kemenkum Tak Sekadar Mendengar, "PASTI Ada Solusi" Hadirkan Jawaban bagi Masyarakat.


Dadang yang juga Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Barito Selatan itu, merinci kendala utama pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pertama, sarana prasarana. RSUD masih dalam proses renovasi bertahap sehingga penataan bangunan belum optimal.

Kedua, sumber daya manusia. Saat ini RSUD memiliki 11 layanan spesialis, ditambah 2 layanan praktik medis dan perawatan spesialistik, yakni Radiologi dan Rehabilitasi Medis.

Ketiga, gangguan listrik. Pemadaman sangat berpengaruh pada pelayanan karena kapasitas genset terbatas.

“Hal-hal lain sama seperti fasilitas kesehatan daerah pada umumnya untuk pemenuhan seluruh Standar Pelayanan Minimal sedikit banyak berhubungan dengan regulasi,” katanya.

RSUD mengaku terus berbenah meningkatkan mutu layanan melalui pemenuhan standar sarana, prasarana, dan SDM secara bertahap.

Dadang menyebut dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan diperlukan agar pelayanan rujukan semakin optimal.

BACA JUGA :  Tidak ada titik terang Banuanta konsisten, akan membawa sampai ke provinsi atau pusat. PT PAMA tidak menunjukkan data tentang rekrutmen.

Penulis : Ahmad Arbani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi
Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman
TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh
Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung
Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat
Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan
Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:29

Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36

Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22

TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:59

Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung

Berita Terbaru