SUARA UTAMA,Merangin – Warga Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, mengeluhkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga masih beroperasi di wilayah tersebut. Aktivitas penambangan disebut berlangsung hingga malam hari dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi dari warga, aktivitas penambangan tersebut diduga menggunakan mesin dompeng dan berada di area bekas persawahan di RT 05 Desa Koto Baru.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan suara mesin dari aktivitas penambangan kerap terdengar hingga larut malam sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Suara mesin masih terdengar sampai malam. Kadang baru berhenti larut malam, jadi cukup mengganggu warga yang ingin beristirahat,” ujarnya.
Selain menimbulkan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak aktivitas penambangan terhadap lingkungan, terutama terhadap kondisi lahan dan aliran sungai di sekitar lokasi.
Menurut warga, aktivitas PETI di wilayah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun dalam beberapa waktu terakhir, intensitas kegiatan penambangan disebut meningkat dan bahkan beroperasi hingga malam hari.
Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk memastikan aktivitas yang berlangsung serta melakukan penertiban apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
“Kami berharap ada perhatian dari aparat terkait agar aktivitas ini dapat ditertibkan. Selain mengganggu kenyamanan warga, kami juga khawatir terhadap dampak lingkungan yang bisa terjadi,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk mencari solusi jangka panjang dalam menangani maraknya aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Merangin, khususnya di Kecamatan Tabir Lintas.
Dengan adanya penanganan yang tegas dan berkelanjutan, warga berharap kondisi lingkungan tetap terjaga serta potensi dampak sosial akibat aktivitas tambang ilegal dapat diminimalisir.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama










