Aktivitas PETI di Desa Koto Baru Beroperasi Hingga Malam, Warga Minta Penertiban

- Publisher

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Warga Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, mengeluhkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga masih beroperasi di wilayah tersebut. Aktivitas penambangan disebut berlangsung hingga malam hari dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan informasi dari warga, aktivitas penambangan tersebut diduga menggunakan mesin dompeng dan berada di area bekas persawahan di RT 05 Desa Koto Baru.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan suara mesin dari aktivitas penambangan kerap terdengar hingga larut malam sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat.

“Suara mesin masih terdengar sampai malam. Kadang baru berhenti larut malam, jadi cukup mengganggu warga yang ingin beristirahat,” ujarnya.

Selain menimbulkan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak aktivitas penambangan terhadap lingkungan, terutama terhadap kondisi lahan dan aliran sungai di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  Dampak Positif dan Negatif Festival Sound Horeg bagi Masyarakat

Menurut warga, aktivitas PETI di wilayah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun dalam beberapa waktu terakhir, intensitas kegiatan penambangan disebut meningkat dan bahkan beroperasi hingga malam hari.

Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk memastikan aktivitas yang berlangsung serta melakukan penertiban apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Kami berharap ada perhatian dari aparat terkait agar aktivitas ini dapat ditertibkan. Selain mengganggu kenyamanan warga, kami juga khawatir terhadap dampak lingkungan yang bisa terjadi,” kata warga lainnya.

BACA JUGA :  Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi: Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk mencari solusi jangka panjang dalam menangani maraknya aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Merangin, khususnya di Kecamatan Tabir Lintas.

Dengan adanya penanganan yang tegas dan berkelanjutan, warga berharap kondisi lingkungan tetap terjaga serta potensi dampak sosial akibat aktivitas tambang ilegal dapat diminimalisir.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 266 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp