KOHATI Pandeglang: Kekerasan Aparat Kepolisian Telah Menjadi Pola, Bukan Lagi Deviasi

- Writer

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Pandeglang, — Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Pandeglang, Ila Nurholifah, menilai tragedi kematian seorang siswa MTsN 1 Maluku Tenggara akibat kekerasan oknum Brimob sebagai bukti bahwa problem kekerasan aparat di tubuh Polri telah melampaui batas rasional negara hukum dan menyentuh krisis etik yang akut.

 

Menurutnya, jika sebelumnya korban kekerasan aparat kerap berasal dari kelompok demonstran mahasiswa atau warga sipil yang berhadap-hadapan langsung dalam ruang protes, kini bahkan seorang pelajar, subjek yang secara moral dan hukum seharusnya paling dilindungi, justru menjadi korban fatal. “Ini menunjukkan bahwa kekerasan aparat bukan lagi peristiwa insidental, melainkan pola yang berulang dalam struktur,” tegas Ila. Sabtu 21/2/2026.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 KOHATI Pandeglang: Kekerasan Aparat Kepolisian Telah Menjadi Pola, Bukan Lagi Deviasi Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menyebut, rentetan tragedi yang melibatkan aparat Polri dalam beberapa tahun terakhir telah membentuk jejak kelam kekuasaan koersif negara, mulai dari penembakan di Km 50, tragedi Kanjuruhan, hingga berbagai kasus kekerasan lain yang merenggut nyawa warga sipil. Bahkan skandal besar yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menunjukkan bahwa krisis etik itu tidak hanya berada di level bawah, tetapi menjalar sampai elit institusi.

BACA JUGA :  PMK 111/2025 Perkuat Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Mulai Berlaku 2026

 

“Kita sedang menyaksikan paradoks negara hukum, aparat yang diberi mandat menjaga nyawa justru menjadi ancaman bagi nyawa. Dalam situasi seperti ini, publik berhak menyimpulkan bahwa reformasi kultural Polri gagal mencapai dimensi humanisme,” ujarnya.

 

Ila menegaskan, di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, akumulasi kasus kekerasan aparat terhadap warga sipil telah menimbulkan krisis kepercayaan yang serius. Ia menilai, institusi Polri belum berhasil bertransformasi dari watak koersif menuju watak pelindung masyarakat sebagaimana mandat reformasi.

 

“Atas nama kemanusiaan dan masa depan negara hukum yang beradab, kami mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dan kultur Polri, termasuk mengevaluasi dan memberhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” tegasnya.

 

Selain itu, KOHATI Pandeglang juga mendesak reformasi total dalam sistem pendidikan, pembinaan, dan kultur internal kepolisian. Menurut Ila, perubahan struktural tidak cukup tanpa perubahan etika institusional. “Polisi harus dididik sebagai penjaga kehidupan, bukan pengendali ketakutan,” pungkasnya.

Penulis : IdGunadi Turtusi

Editor : IdGunadi Turtusi

Sumber Berita: Ketua KOHATI Cabang Pandeglang

Berita Terkait

Menjaga Marwah Kemanusiaan Melalui Respons Kritis PMII UMAHA Sidoarjo Terhadap Kasus Anggota Brimob dalam Kekerasan di Tual
Patroli Subuh Polres Bitung Bubarkan Balap Liar Remaja di Awal Ramadhan.
Polda Sulut Cegah Perdagangan Orang, Tiga Warga Bitung Gagal Berangkat ke Kamboja
Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar
Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:47 WIB

Menjaga Marwah Kemanusiaan Melalui Respons Kritis PMII UMAHA Sidoarjo Terhadap Kasus Anggota Brimob dalam Kekerasan di Tual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:03 WIB

KOHATI Pandeglang: Kekerasan Aparat Kepolisian Telah Menjadi Pola, Bukan Lagi Deviasi

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:23 WIB

Patroli Subuh Polres Bitung Bubarkan Balap Liar Remaja di Awal Ramadhan.

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:24 WIB

Polda Sulut Cegah Perdagangan Orang, Tiga Warga Bitung Gagal Berangkat ke Kamboja

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24 WIB

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Berita Terbaru