Pemuda Katolik Komcab Dogiyai Desak Pemprov Papua Tengah Segera Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Mee & Kamoro

- Publisher

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Dogiyai – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Dogiyai mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah untuk segera menyelesaikan sengketa tapal batas tanah ulayat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di wilayah Kapiraya.

Desakan tersebut disampaikan melalui siaran pers pada Rabu (12/02) kepada media SUARAUTAMA.ID, menyusul konflik antar kelompok yang dilaporkan terus memanas dan telah menimbulkan korban. Pemuda Katolik menilai pemerintah harus segera hadir untuk menghentikan eskalasi konflik dan mencegah dampak yang lebih luas.

BACA JUGA :  Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers

Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Katolik Komcab Dogiyai menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, Pemprov Papua Tengah melalui DPR Papua Tengah (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah diminta segera membentuk panitia khusus (pansus) dan turun langsung ke lokasi guna menyelesaikan sengketa tapal batas tanah ulayat antara kedua suku tersebut.

Kedua, Gubernur Papua Tengah diminta memanggil Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai untuk bersama-sama turun ke Kapiraya dan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme para-para adat, dengan melibatkan pemilik hak ulayat dan tokoh adat yang sah.

BACA JUGA :  12 Karyawan, Produksi 700 Kotak Roti Sehari, Naqi Cake Mengaku Tak Pernah Dilirik Pemerintah Merangin

Ketiga, mereka menegaskan bahwa persoalan ini merupakan sengketa tanah adat ulayat dan tidak berkaitan dengan batas administratif pemerintahan. Oleh karena itu, penyelesaian dinilai harus mengedepankan mekanisme adat, bukan semata-mata pendekatan birokrasi.

Keempat, pemerintah daerah diminta segera menangani para korban konflik secara cepat dalam kondisi darurat, termasuk memberikan pelayanan medis, perlindungan keamanan, serta bantuan kemanusiaan tanpa diskriminasi.

BACA JUGA :  Cendekia Academy Cetak Generasi Pemimpin Berwawasan Maritim di Atas Geladak KRI Dewaruci

Pemuda Katolik Komcab Dogiyai menilai keterlambatan penanganan berpotensi memperburuk situasi dan memperluas dampak konflik. Mereka meminta Pemprov Papua Tengah bertanggung jawab menjaga stabilitas, keamanan, dan keharmonisan antar suku di wilayah tersebut.

“Negara dan pemerintah harus hadir,” demikian penegasan dalam pernyataan sikap tersebut.

Berita Terkait

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/