Bupati Tanggamus Terima Audiensi ALUN

- Publisher

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fhota saat ALUN audiensi dengan Bupati Tanggamus dan OPD Tanggamus

Fhota saat ALUN audiensi dengan Bupati Tanggamus dan OPD Tanggamus

SUARA UTAMA, TANGGAMUS- Jajaran Pengurus Non Government Organization (NGO) Apresiasi Lingkungan dan Hutan Indonesia (ALUN) Wilayah Lampung dan Pengurus Kabupaten Tanggamus mengadakan audiensi dengan Bupati Tanggamus, Provinsi Lampung, Selasa, (27/1/2026)

Pertemuan tersebut diadakan di ruang rapat Bupati Tanggamus. Dari Pengurus Wilayah ALUN Lampung dihadiri oleh Ketua ALUN Lampung Hilman Saleh, Sekretaris M. Azkar, Buyung, sementara dari Pengurus ALUN Tanggamus Hadir Suharni Ketua ALUN Tanggamus, Rusli Namhuri Sekretaris ALUN Tanggamus, Amri Sofyan Bendahara ALUN Tanggamus dan Dewan Pakar Alun Tanggamus Zulwani Rusli.

Selain Bupati Tanggamus Saleh Asnawi, pada kesempatan tersebut hadir juga dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah Tanggamus, seperti dari Asisiten II Tanggamus, Kepala Bapperida Tanggamus,  Kepala Dinas Peternakan ,unsur dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, unsur dari Bagian Hukum Pemerintah Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut Ketua ALUN Lampung Hilman Saleh menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan yang baik dari Bupati Tanggamus terhadap kehadiran ALUN. Untuk diketahui ALUN sendiri didirikan pada tahun 2020 dengan diketuai oleh Baharuddin Rahmat selaku Ketua ALUN Pusat. Kemudian ALUN lebih exis lagi pada tahun 2021 sampai sekarang. Sementara kepengurusan ALUN sendiri ditargetkan akan dibentuk sampai tingkat Pekon/Desa.

BACA JUGA :  IJS Majene Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Organisasi ke Polres

Hilman Saleh juga menyampaikan bahwa saat ini telah ada perdangan karbon yang dihasilkan dari sektor hutan yang ada. Sementara wilayah hutan Tanggamus termasuk daerah pesisir laut yang ada di Tanggamus adalah merupakan potensi untuk mendongkarak ketersediaan karbon untuk kebutuhan global. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi Pemda Tanggamus dengan stakeholder yang ada untuk membuat terobosan dalam mengelola sektor hutan dan laut dengan baik. Ditambah lagi saat ini telah ada peraturan baru tentang Nilai Ekonomi Karbon, yang menetapkan ekosistem perdagangan karbon yang kokoh dan berintegritas tinggi sesuai dengan standar internasional, dengan memastikan metode pengukuran yang kredibel dan transparan terhadap kontribusi iklim, serta memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal melalui jaminan lingkungan dan sosial yang kuat untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Issu terkait dengan carbon trade ini akan menjadi sangat penting dalam mempertahankan ekosistem hutan kita, termasuk juga akan memberikan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah Tanggamus, jika sektor hutan Tanggamus dikelola dengan baik” ujar Hilman Saleh.

BACA JUGA :  Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani

 

Sementara itu M.Azkar Sekretaris ALUN Lampung menyoroti bahwa Perdagangan karbon membuka peluang sumber pendapatan baru bagi Indonesia termasuk bagi daerah. Potensi karbon dari sektor kehutanan, khususnya melalui konservasi dan pengelolaan hutan termasuk hutan mangrove secara berkelanjutan, sangat besar. Kredit karbon yang dihasilkan dapat menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global dan domestik. Selain itu, perdagangan karbon berpotensi menarik investasi hijau, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian, manfaat ekonomi tersebut hanya dapat tercapai secara optimal apabila tata kelola, pemetaan wilayah hutan betul-betul dilakukan secara optimal dan berbasis kewilayahan, termasuk melakukan peloporan secara berkala kepada system yang ada.

“Saat ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendorong ketersediaan kebutuhan karbon global adalah dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan wilayah, jangan sampai peta wilayah yang ada tumpang tindih baik dengan provinsi atau dengan pemerintah pusat” ujar Azkar

BACA JUGA :  Diduga Milik Cuncun, Aktivitas PETI dan Galian C di Kecamatan Tabir Kembali Jadi Sorotan

Maka sektor kehutanan memegang peran strategis dalam menyediakan kredit karbon berintegritas tinggi.

Sementara itu dari Organisasi Perangkat Daerah yang hadir pada pertemuan tersebut setelah mendengarkan pemaparan betapa potensinya sektor hutan Tanggamus, menyambut baik dan berterimkasih kepada  ALUN. Para OPD berharap ada pertemuan lanjutan untuk memabahas lebih teknis terkait dengan pengelolaan sektor hutan Tanggamus agar bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus maupun bagi Masyarakat Tanggamus.

Bupati Tanggamus juga mengapreseasi kehadiran ALUN di Tanggamus dan senang bisa bekerjasama. Harapan Bupati Tanggamus, agar hasil dari pertemuan terkait dengan pentingnya menjaga hutan Tanggamus tersebut dapat disosialisakan kepada masyarakat Tanggamus dan tokoh-tokoh adat.

“Hutan Tanggamus harus kita jaga, jangan sampai terjadi banjir lumpur dan longsor seperti di wilayah Sumatera dan Aceh dan Trading Karbon itu adalah merupakan dampak dari terjaganya hutan kita “ Tutup Saleh Asnawi selaku Bupati Tanggamus.

Penulis : Rusli Namhuri

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Berita ini 341 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/