Bangunan Drainase Rp83 Juta di Rantau Panjang Disorot, Warga Kecewa Diduga Dikerjakan Asal Jadi

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Sejumlah warga Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, mengaku kecewa atas hasil pembangunan drainase yang menelan anggaran puluhan juta rupiah namun dinilai jauh dari harapan. Proyek drainase yang berlokasi di RT 15 tersebut kini menuai sorotan publik karena hasil pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, proyek drainase tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp83.916.000 dengan volume pekerjaan sepanjang 148 meter, yang dikerjakan oleh salah satu pemborong dari CV Ormas Karya Anak Tabir. Proyek tersebut dilaksanakan pada akhir tahun 2025.

BACA JUGA :  Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Namun ironisnya, meski anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, kondisi bangunan drainase dinilai warga sangat memprihatinkan. Hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya dugaan pekerjaan yang terkesan asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia menilai bangunan drainase tersebut sangat jauh dari kata baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Drainase itu lantainya sangat tipis, sampai-sampai tanah di bawahnya terlihat jelas. Dinding samping juga tipis dan tanahnya tampak dari luar. Cor bagian atas, samping, dan bawah terlihat tidak rapi dan terkesan kacau. Bahkan lantainya sudah mengelupas dan tampak tanah karena tergerus air. Ketebalan lantai diperkirakan tidak sampai 10 sentimeter,” ujar warga tersebut.

BACA JUGA :  Sawit Berdiri di Atas Lahan yang Sudah Dibebaskan, PT BBA Tolak Tuntutan Ganti Rugi Baru

Menurut warga, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bangunan drainase yang seharusnya berfungsi dalam jangka panjang justru dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan berpotensi cepat rusak.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran proyek tersebut menggunakan dana publik yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara maksimal, bukan dikerjakan secara sembarangan.

Dengan kondisi tersebut, warga berharap agar pihak Kecamatan Tabir, Inspektorat, serta dinas terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan audit fisik terhadap pekerjaan drainase tersebut. Jika benar ditemukan adanya penyimpangan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis, maka sudah selayaknya pihak-pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

“Kalau memang terbukti tidak sesuai RAB dan spek, jangan dibiarkan. Ini uang negara, uang rakyat. Harus ada tanggung jawab,” tegas warga lainnya.

Proyek-proyek pembangunan fisik di wilayah Tabir belakangan ini memang kerap menjadi sorotan publik. Warga menilai sejumlah pekerjaan terkesan dikerjakan secara asal-asalan tanpa mengedepankan mutu dan ketahanan bangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kecamatan Tabir serta instansi terkait lainnya guna mendapatkan klarifikasi sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/