Pekerjaan Drainase Ratusan Juta di Tabir Disorot, Diduga Tak Tuntas dan Tak Sesuai RAB

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Pekerjaan pembangunan drainase dengan anggaran ratusan juta rupiah di wilayah Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan fisik tersebut diduga tidak tuntas dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan pihak Kecamatan Tabir menemukan adanya sejumlah pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Salah satunya adalah proyek pembangunan drainase yang berlokasi di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir.

Proyek drainase tersebut diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp181.440.000 dengan perencanaan panjang drainase 290 meter. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa volume pekerjaan hanya terealisasi sekitar 280 meter, sehingga diduga terdapat kekurangan sepanjang 10 meter.

“Volume dak sesuai. Harusnyo 290 meter, tapi yang ado di lapangan cuma sekitar 280 meter. Artinyo kurang 10 meter. Itu sudah dicek samo konsultan dan kantor camat, sudah ditegur disuruh nyelesaikan, tapi dak jugo. Sementaro waktu sudah habis dan dananyo sudah cair semua,” ungkap seorang warga setempat kepada media ini.

BACA JUGA :  RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak maksimal dan terkesan asal jadi. Padahal, anggaran yang digunakan bersumber dari keuangan negara yang seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Warga menilai, kontraktor maupun oknum yang terlibat dalam pengerjaan proyek fisik tahun anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Tabir, termasuk di tingkat kelurahan, perlu dievaluasi secara serius. Bahkan, mereka meminta agar pihak kecamatan dan kelurahan tidak lagi menggunakan jasa kontraktor atau pihak tertentu yang terbukti bekerja tidak profesional untuk kegiatan fisik tahun anggaran 2026 mendatang.

BACA JUGA :  Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Kalau memang kerjo asal-asalan, lebih baik jangan dipakai lagi. Dampaknyo masyarakat yang dirugikan. Uang negara habis ratusan juta, tapi hasilnyo dak sesuai. Ini jelas pemborosan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat berharap pihak Kelurahan Mampun dan Kecamatan Tabir dapat mengambil sikap tegas terhadap pekerjaan fisik yang bermasalah, serta memastikan setiap proyek pembangunan benar-benar mengutamakan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas, bukan sekadar mengejar keuntungan semata.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekurangan volume dan ketidaktuntasan pekerjaan drainase tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/