SUARA UTAMA,Merangin – Pekerjaan pembangunan drainase dengan anggaran ratusan juta rupiah di wilayah Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan fisik tersebut diduga tidak tuntas dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan pihak Kecamatan Tabir menemukan adanya sejumlah pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Salah satunya adalah proyek pembangunan drainase yang berlokasi di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir.
Proyek drainase tersebut diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp181.440.000 dengan perencanaan panjang drainase 290 meter. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa volume pekerjaan hanya terealisasi sekitar 280 meter, sehingga diduga terdapat kekurangan sepanjang 10 meter.
“Volume dak sesuai. Harusnyo 290 meter, tapi yang ado di lapangan cuma sekitar 280 meter. Artinyo kurang 10 meter. Itu sudah dicek samo konsultan dan kantor camat, sudah ditegur disuruh nyelesaikan, tapi dak jugo. Sementaro waktu sudah habis dan dananyo sudah cair semua,” ungkap seorang warga setempat kepada media ini.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak maksimal dan terkesan asal jadi. Padahal, anggaran yang digunakan bersumber dari keuangan negara yang seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Warga menilai, kontraktor maupun oknum yang terlibat dalam pengerjaan proyek fisik tahun anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Tabir, termasuk di tingkat kelurahan, perlu dievaluasi secara serius. Bahkan, mereka meminta agar pihak kecamatan dan kelurahan tidak lagi menggunakan jasa kontraktor atau pihak tertentu yang terbukti bekerja tidak profesional untuk kegiatan fisik tahun anggaran 2026 mendatang.
“Kalau memang kerjo asal-asalan, lebih baik jangan dipakai lagi. Dampaknyo masyarakat yang dirugikan. Uang negara habis ratusan juta, tapi hasilnyo dak sesuai. Ini jelas pemborosan,” tegas warga lainnya.
Masyarakat berharap pihak Kelurahan Mampun dan Kecamatan Tabir dapat mengambil sikap tegas terhadap pekerjaan fisik yang bermasalah, serta memastikan setiap proyek pembangunan benar-benar mengutamakan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas, bukan sekadar mengejar keuntungan semata.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekurangan volume dan ketidaktuntasan pekerjaan drainase tersebut.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






