Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

- Publisher

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ilustrasi Peristiwa Isra’ Mi’raj (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO: Ilustrasi Peristiwa Isra’ Mi’raj (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Penulis oleh: Dr. KH. Imanuddin Kamil, Lc, M.Pd.I., C.IJ, C.PW

Kepala Perwakilan Media Nasional Suara Utama Provinsi Jawa Barat dan Alumni AR Learning Center

SUARA UTAMA Peristiwa Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW. merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar perjalanan luar biasa yang melampaui batas logika manusia, tetapi juga sarat dengan pesan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Isra Mi‘raj bukan hanya menunjukkan kemuliaan Rasulullah SAW. tetapi juga menegaskan kedudukan shalat sebagai ibadah paling utama dalam Islam. Dari perjalanan inilah Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menetapkan shalat lima waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai kewajiban bagi umatnya.

Inilah yang kemudian menempatkan shalat lima waktu menjadi ibadah istimewa yang berbeda dengan ibadah lainnya seperti shaum, zakat, dan haji. Jika ibadah-ibadah lain disyariatkan melalui wahyu yang diturunkan di bumi, shalat disyariatkan secara langsung di langit. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengundang Nabi Muhammad SAW. ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu sehari semalam. Keistimewaan ini menunjukkan betapa sentral dan agungnya kedudukan shalat dalam kehidupan seorang muslim.

Isra Mi‘raj: Hadiah di Tengah Kesedihan

Sebelum lebih jauh mengulas hikmah hadiah shalat sebagai oleh-oleh perjalanan Isra Mi‘raj. Mari sekilas menengok secara utuh apa yang terjadi menjelang perjalanan penuh mukjizat ini. Ringkasnya, ada dua kejadian penting yang patut dicatat sebagai momentum yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa Isra Mi’raj. Dua kejadian penting itu adalah;

BACA JUGA :  Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Pertama, Rasulullah SAW. kehilangan orang-orang terdekat dan sosok penting dalam hidupnya: Sayyidah Khadijah r.a., istri tercinta sekaligus pendukung utama dakwah beliau, dan Abu Thalib, paman yang selama ini melindungi beliau dari gangguan kaum Quraisy. Masa-masa ini dikenal dalam kehidupan Nabi dengan istilah ‘Āmul Ḥuzn (tahun kesedihan).

Kedua, tidak lama setelah itu, Rasulullah SAW. juga mengalami penolakan dan perlakuan kasar dari penduduk Thaif, yang bahkan menyakiti beliau secara fisik.

Dalam kondisi duka dan tekanan yang begitu berat, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan _tasliyah ilahiyyah_ (hiburan ilahi) kepada Rasul-Nya melalui perjalanan Isra Mi‘raj. Dari perjalanan itulah Allah menghadiahkan kepada umat Islam sebuah ibadah yang menjadi sumber kekuatan ruhani, yaitu shalat.

Lima Kedudukan Istimewa Shalat yang dikukuhkan dari peristiiwa Isra Mi’raj

Berdasarkan hikmah Isra Mi’raj ini, shalat setidaknya memiliki lima fungsi fundamental dalam kehidupan kita:

1. Shalat sebagai media mi’raj-nya orang beriman (Al-Shalatu Mi’rajul Mu’minin)

Jika Nabi SAW Mi’raj secara fisik untuk menemui Allah, maka kita sebagai umatnya diberikan kesempatan untuk “menemui” Rabbul ‘Alamin setiap hari melalui shalat. Shalat adalah momen di mana bumi dan langit bertemu dalam sujud seorang hamba. Dalam setiap shalat yang khusyuk, seorang hamba sejatinya sedang mendekat kepada Rabb-nya, bermunajat, dan menyerahkan seluruh urusan hidupnya kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

BACA JUGA :  Yuk Ikutan, Persatuan Kelana Alam Indonesia Gelar Hiking Gunung Lorokan serta Open Trip Pantai 3 in 1 Malang

2. Shalat sebagai sarana dialog intens dengan Sang Pencipta

Shalat adalah komunikasi dua arah seorang hamba dan rabbnya. Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa saat kita shalat membaca Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ayat yang kita ucapkan. Setiap bacaan dan gerakan shalat adalah dialog spiritual yang sarat makna, di mana seorang hamba menyatakan ketundukan, pengharapan, dan permohonan pertolongan kepada Allah. Saat shalat, kita tidak sedang berbicara dengan dinding, kita sedang bermunajat kepada Pemilik Semesta.

3. Shalat sebagai wasilah mencapai kebaikan hidup

Al-Qur’an menegaskan bahwa shalat adalah wasilah untuk memperoleh pertolongan Allah, sebagaimana firman-Nya: _“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.”_ Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga sumber kekuatan untuk menggapai harapan dari kebaikan-kebaikan hidup. Shalat adalah instrumen praktis untuk menarik bantuan Allah dalam setiap urusan, mulai dari urusan keluarga, pekerjaan, hingga keberkahan rezeki.

4. Shalat sebagai media healing dari beban kehidupan yang menghimpit

Rasulullah SAW. menjadikan shalat sebagai tempat kembali ketika beban hidup terasa berat. Beliau berkata kepada Bilal r.a., _“Ariḥnā bish-shalāti yā Bilāl”_ (Tenangkan kami dengan shalat, wahai Bilal). Hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah media healing yang mampu menenangkan hati dan menguatkan jiwa. Di era modern yang penuh dengan stres dan gangguan kesehatan mental, shalat adalah bentuk self-healing terbaik untuk menenangkan saraf dan menjernihkan pikiran.

5. Shalat sebagai solusi saat menghadapi problem hidup

BACA JUGA :  Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut

Sahabat Hudzaifah RA mengisahkan bahwa setiap kali Nabi SAW. menghadapi perkara yang berat atau mendesak, beliau segera melaksanakan shalat. Shalat memberikan kejernihan logika dan ketenangan batin yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan besar.

Refleksi: Seberapa Berkualitas Shalat Kita?

Hikmah Isra Mi‘raj mengajak kita untuk merenung lebih dalam: Sampai di usia kita saat ini, mari kita bertanya dengan jujur ke dalam diri, sudah seberapa berkualitas shalat yang kita kerjakan selama ini? Apakah shalat kita hanya sekadar rutinitas yang dilakukan karena kewajiban, atau benar-benar menjadi perjumpaan ruhani dengan Allah?

Sudah seberapa jauh shalat telah mengubah perilaku dan kualitas hidup kita? Padahal shalat yang berkualitas akan melahirkan dampak nyata dalam kehidupan. Ia membentuk akhlak, menumbuhkan kesabaran, dan menjaga seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Isra Mi‘raj mengajarkan bahwa perbaikan kualitas hidup harus dimulai dari perbaikan kualitas shalat. Ketika shalat dijaga dengan baik, tepat waktu, khusyuk, dan penuh penghayatan, maka ia akan menjadi sumber cahaya dalam setiap aspek kehidupan. Pendeknya, kualitas hidup seseorang sering kali berbanding lurus dengan kualitas shalatnya

Mari jadikan momentum Isra Mi‘raj sebagai titik tolak untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah melalui shalat. Menjadikan shalat sebagai poros kehidupan. Dengan shalat yang berkualitas, insya Allah Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā akan meningkatkan kualitas hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat.

FOTO: Ilustrasi Peristiwa Isra’ Mi’raj (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
FOTO: Ilustrasi Peristiwa Isra’ Mi’raj (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Penulis : Imanuddin Kamil

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sinema Kajang Lako Dorong Sineas Muda Jambi Menggali Cerita dari Warisan Budaya
Sertifikat Agunan Diambil Tanpa Izin, Muncul Dugaan Kerja Sama Tidak Sehat di Lingkungan BRI Unit Merangin
BPN Merangin Jadi Sorotan, Efektivitas Pelayanan dan Disiplin Pegawai Dipertanyakan
Jongguk Sirait Desak Kejelasan BRI Unit Merangin, Sertifikat Agunan Diduga Diambil Orang dengan Tanda Tangan Palsu
Ahmad Fahmi Soroti PKS “Nakal” di Merangin, Desak Pemkab Bertindak Tegas Perjuangkan Harga TBS Sawit
Diduga Tak Sesuai RAB, Proyek Bronjong Pengaman Jalan Muara Siau–Lubuk Beringin Senilai Rp400 Juta Disorot Warga
Korban PTSL Mendesak Selesaikan Semua Permasalahan, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Jangan Kejar Terget PTSL 2026
Menkum Terima Langsung Aduan Dugaan Pelanggaran Notaris, Pastikan Proses Sesuai Hukum*
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Sinema Kajang Lako Dorong Sineas Muda Jambi Menggali Cerita dari Warisan Budaya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Sertifikat Agunan Diambil Tanpa Izin, Muncul Dugaan Kerja Sama Tidak Sehat di Lingkungan BRI Unit Merangin

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:01 WIB

BPN Merangin Jadi Sorotan, Efektivitas Pelayanan dan Disiplin Pegawai Dipertanyakan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Jongguk Sirait Desak Kejelasan BRI Unit Merangin, Sertifikat Agunan Diduga Diambil Orang dengan Tanda Tangan Palsu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Ahmad Fahmi Soroti PKS “Nakal” di Merangin, Desak Pemkab Bertindak Tegas Perjuangkan Harga TBS Sawit

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand