Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), berfoto di depan ikon Selecta Garden, Kota Batu, Jawa Timur. Kunjungan ini mencerminkan upaya memadukan rekreasi dengan refleksi sosial melalui pengamatan langsung terhadap interaksi masyarakat di ruang publik kawasan wisata.

Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), berfoto di depan ikon Selecta Garden, Kota Batu, Jawa Timur. Kunjungan ini mencerminkan upaya memadukan rekreasi dengan refleksi sosial melalui pengamatan langsung terhadap interaksi masyarakat di ruang publik kawasan wisata.

SUARA UTAMA – Surabaya, 2 Januari 2026 — Kegiatan akademik tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Sejumlah mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memanfaatkan waktu libur dengan melakukan kunjungan ke ruang-ruang publik dan destinasi wisata di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi sarana rekreasi sekaligus refleksi sosial atas dinamika masyarakat di ruang publik.

Salah satu mahasiswa yang melakukan kegiatan tersebut adalah Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi UINSA. Reyhan mengunjungi Selecta Recreation Park dan Alun-Alun Kota Batu, dua lokasi yang dikenal sebagai pusat aktivitas wisata dan interaksi sosial masyarakat.

Menurut Reyhan, ruang wisata memiliki peran penting sebagai ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan sosial. “Di tempat wisata, kita bisa melihat langsung interaksi antara wisatawan, pedagang, pengelola, hingga masyarakat lokal. Ini menjadi gambaran nyata bagaimana ruang publik bekerja dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Dari Kampus ke Ruang Publik

Selecta Garden dikenal sebagai destinasi wisata legendaris di kawasan Malang Raya dengan konsep taman, rekreasi keluarga, dan ruang terbuka hijau. Di lokasi ini, mahasiswa dapat mengamati pola konsumsi masyarakat, relasi ekonomi antara pelaku usaha dan pengunjung, serta bentuk pelayanan publik di sektor pariwisata.

Sementara itu, Alun-Alun Kota Batu menjadi ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Aktivitas warga, wisatawan, pelaku UMKM, hingga komunitas lokal berpadu dalam satu ruang yang sama. Kondisi tersebut, menurut Reyhan, mencerminkan fungsi alun-alun sebagai pusat interaksi sosial sekaligus simbol kehidupan perkotaan.

BACA JUGA :  Pasar Ramadhan Rawajitu, Tradisi, Geliat Ekonomi dan Sosial

“Alun-alun bukan sekadar tempat bersantai, tetapi ruang sosial yang hidup. Di sana terlihat bagaimana masyarakat berinteraksi secara spontan tanpa sekat formal,” tambahnya.

Pariwisata sebagai Media Pembelajaran Kontekstual

Kegiatan ini juga sejalan dengan pendekatan pembelajaran sosiologi yang menekankan pentingnya observasi langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memahami teori melalui literatur, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial yang dijumpai secara langsung.

Melalui kunjungan ke ruang publik dan destinasi wisata, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan analisis kritis, serta pemahaman yang lebih utuh mengenai perubahan sosial di masyarakat.

“Belajar sosiologi tidak selalu harus melalui diskusi kelas. Mengamati masyarakat secara langsung justru membantu kami memahami teori dengan lebih kontekstual,” ungkap Reyhan.

Menjaga Keseimbangan Akademik dan Mental

Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Lingkungan wisata yang terbuka dan interaksi sosial yang dinamis dinilai mampu memberikan penyegaran sekaligus pengalaman reflektif.

Kota Batu, dengan kekayaan destinasi wisata dan ruang publiknya, dinilai sebagai lokasi yang ideal untuk menggabungkan rekreasi dan refleksi sosial. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kehidupan sosial masyarakat.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Air Terjun Way Lalaan Jadi Destinasi Wisata Alam Unggulan di Tanggamus
Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku
Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:37

Air Terjun Way Lalaan Jadi Destinasi Wisata Alam Unggulan di Tanggamus

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:45

Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:11

Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Berita Terbaru