Konsumen Perumda Air Minum Tirta Argapura Ikut angkat bicara, Saat Oknum PLT Direktur Menjadi Sorotan 

- Publisher

Sabtu, 6 Desember 2025 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Perumda Air Minum Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur kini menjadi sorotan publik. Sebelumnya, diduga oknum PLT Direktur diduga menyalahgunakan wewenang perihal rotasi/mutasi pegawai pada saat seleksi direktur sedang bergulir. Sehingga mutasi/rotasi pegawai diduga prematur. 06/12/2025.

Kali ini, masyarakat kabupaten Probolinggo khususnya konsumen Perumda Air Minum Tirta Argapura angkat bicara perihal ketidak jelasan tarif bulanan yang di bayar nya. Hal tersebut di ungkapkan salah satu warga desa Condong kecamatan Gading “MJ” menurut nya tarif bulanan sangat mahal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya tarif ini berapa per kubik nya?. Ini kok mahal ya?. Jika yang banyak keluarga yang pasti banyak juga pemakaian air nya. Tapi jika hanya dalam satu keluarga hanya 2 sampai 3 orang dan tidak punya usaha, ini kok tarif bulanan nya hampir sama. Kebanyakan Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah). Ke atas. “Ucap nya.

BACA JUGA :  HUT Bhayangkara Ke-80 Polres Barsel Tegaskan Komitmen Pelayanan

Ia mengaku mendapat informasi dari warga sekitar terkait tarif bulanan yang di bayar konsumen kepada oknum Perumda Air Minum Tirta Argapura. Menurutnya, tarif yang di bayar nya diduga tidak ada yang Rp. 40.000 ke bawah.

“Cara ngitung tarif bulanan per kubik atau bagaimana mana?.. informasi yang kami dapat, Jika konsumen menggunakan 10 kubik dalam satu bulan Rp. 40.000 (empat puluh ribu rupiah). Kalau lebih dari 10 kubik jelas tambah mahal. Namun, jika tidak sampai 10 kubik pemakaian air dalam 1 bulan,diduga masih tetap Rp. 40.000 ke atas membayarnya. Tidak ada tarif yang Rp. 40.000 Ke bawah. “Pungkas nya.

BACA JUGA :  Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan

Senada di sampaikan “AM” warga gading kulon kecamatan Banyuanyar. Menurutnya, di saat membayar tarif bulanan oknum petugas tidak langsung membawa struk pembayaran. Struk tersebut di berikan pada bulan berikutnya.

“Kami masyarakat awam juga punya unek unek terkait tarif penggunaan air PDAM. Kami membayar nya setiap bulan lebih dari Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah). Aneh nya, di saat pembayaran, struk nya tidak di kasih saat itu juga. Masih nunggu bulan depan struk nya. Dari mana di ketahui besar nya tarif jika struk belum keluar. “Ungkap nya.

BACA JUGA :  Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Ia menambahkan, menurut nya air di beberapa desa banyak yang mengeluh tidak lancar. Sering kali hanya angin yang keluar dari kran bukan air. Ia juga sangat menyayangkan air di puskesmas Ranugedang yang tidak di prioritaskan.

“Air PDAM ini menurut saya tidak lancar, sering kita buka kran yang keluar hanya angin saja, sementara meteran terus jalan. Miris nya, ketika keluarga saya masuk puskesmas Ranugedang selama 2 hari, di sana itu sering kekurangan air. Seharusnya puskesmas itu menjadi prioritas. “Imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand