Tambang Peninggalan Koloni Belanda di wilayah Desa yang Masih di Kelolah warga.

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

𝗦𝗨𝗔𝗥𝗔 𝗨𝗧𝗔𝗠𝗔, 𝗟𝗲𝗯𝗼𝗻𝗴-Seputar tambang masyarakat yang sudah menjadi aktifitas keseharian warga desa Tambang sawah, bahkan bukan warga setempat saja yang melakukan aktipitas Tambang tersebut masih banyak desa desa yang lain ikut beraktipitas sebagai Masyarakat penambang ,

wilayah Tambang ini merupakan salah satu wilayah adat desa yang konon memang merupakan Tambang olahan pada zaman Kolonia belanda dulu Diperkirakan di Tahun 1942
Wilayah Pertambangan ini terletak di desa Tambang sawah kecamatan Pinang Belapis kabupaten lebong

masyarakat desa ini terdiri sekitar 700 jiwa penduduk , hampir mencapai 70 ℅ mata Pencaharian masyarakat adalah penambang Tradisional, berkebun, dan usaha lainnya

Salah satu warga Penambang ( ARFAN) Mengatakan “Tak heran kalau kami masyarakat setiap harinya masuk ke wilayah tambang, memang kami Pekerja Sebagai penambang mencari atau menggali untuk mencari material( urat) bebatuan untuk di kelolah . dan hasil yang kami dapat kami jual untuk memenuhi kebutuhan harian kami’ ucap nya ,Sabtu 25/10/2025

BACA JUGA :  Rakor Kecamatan Dorong Efektivitas Program Tata Kelola Pemerintahan Responsif

di lain sisi masyarakat bukan hanya sebagai Pelaku tambang banyak usaha usaha lain yang bisa di jadikan usaha harian,, seperti jasa angkut, baik memakai fasilitas mobil atau pun kendraan roda Dua, dan yang menakjubkan lagi banyak Teori usaha yang bisa dijadikan sebagai Pekerjaan harian,

dalam pemantauan situasi dan kondisi sa’at ini memang cuaca extrem hujan, hampir beberapa bulan ini daerah ini dinlanda hujan, Baik pagi bahkan sore , namun yang sudah nama nya usaha masyarakat tetap melakukan aktifitas nya. tapi para pelaku tambang tetap waspada dan selalu mengantisipasi keselamatan dalam melakukan aktipitas.

 

Penulis : munawar khalik

Sumber Berita : wartawan suara utama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Bupati Tanggamus Resmikan Jalan Sedayu–Tugu Papak, Ground Breaking Ruas Sedayu–Sukaraja–Kanoman
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Bukan Sekadar Tutup Izin, Roszi Krissandi Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Zero Mining 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:33

Bupati Tanggamus Resmikan Jalan Sedayu–Tugu Papak, Ground Breaking Ruas Sedayu–Sukaraja–Kanoman

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:45

Bukan Sekadar Tutup Izin, Roszi Krissandi Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Zero Mining 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:38

Ketentuan Cegah dan Sandera Wajib Pajak Diuji Ke Mahkamah Konstitusi

Berita Terbaru