GEMPUR: Gerakan Mendukung Purbaya, Wujud Solidaritas Baru di Kalangan Muda

- Publisher

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, 10 Oktober 2025 — Sebuah gerakan baru dengan nama GEMPUR atau Gerakan Mendukung Purbaya mulai mencuri perhatian publik. Gerakan ini muncul sebagai bentuk dukungan moral dan sosial terhadap sosok Purbaya, yang dinilai memiliki integritas, ketegasan, dan semangat perubahan di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang sedang berkembang.

GEMPUR lahir dari inisiatif sejumlah pemuda dan aktivis sosial yang menilai perlunya dukungan terhadap figur yang dianggap berani bersuara dan bertindak untuk kepentingan masyarakat luas. Gerakan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mengusung nilai solidaritas, kejujuran, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

> “Kami melihat bahwa Purbaya adalah simbol dari keberanian untuk bicara jujur dan memperjuangkan keadilan. GEMPUR hadir bukan sebagai gerakan politik, tetapi sebagai wadah moral untuk mendorong semangat perubahan,” ujar salah satu penggagas gerakan ini.

BACA JUGA :  Wakil Ketua I DPRD Berau Kembali Soroti Minimnya Transparansi CSR Perusahaan Tambang.

 

Logo GEMPUR yang menampilkan sosok tersenyum dengan latar gelap melambangkan optimisme di tengah tekanan, serta semangat pantang menyerah untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Huruf besar berwarna merah “GEMPUR” di atas, mencerminkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan keinginan kuat untuk menegakkan integritas.

Meski masih dalam tahap awal, GEMPUR mulai aktif di berbagai media sosial, menyebarkan pesan-pesan edukatif dan motivatif seputar kepemimpinan, kejujuran, dan peran masyarakat sipil dalam mengawasi kebijakan publik. Para penggagas gerakan ini menegaskan bahwa dukungan terhadap Purbaya bukanlah bentuk kultus individu, tetapi gerakan kesadaran kolektif untuk mendorong kepemimpinan yang bersih dan berani.

BACA JUGA :  Berau. Memperingati Hari Nelayan Nasional sekaligus HUT HNSI ke-53. Pihak kesultanan menilai pemerintah daerah mulai mengabaikan nilai-nilai historis.

Dengan semangatnya yang terus berkembang, GEMPUR berpotensi menjadi wadah baru bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam perubahan sosial dengan cara yang kreatif, cerdas, dan bermartabat.

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB