Dewan Pers Tegaskan: Pencabutan ID Card Wartawan CNN oleh Istana Mengancam Demokrasi

- Publisher

Minggu, 28 September 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, —
Kasus pencabutan ID Card liputan wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia, oleh pihak Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden menimbulkan keprihatinan mendalam.

Tindakan tersebut dinilai tidak hanya mencederai hak jurnalis untuk memperoleh dan menyampaikan informasi, tetapi juga mengancam prinsip dasar kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta Lapangan

CNN Indonesia melaporkan bahwa staf BPMI Sekretariat Presiden mendatangi redaksi CNN untuk mengambil langsung ID Card liputan wartawan tersebut.

Tempo dan Detik mengonfirmasi bahwa pencabutan dilakukan oleh pihak Istana melalui Biro Pers.

BACA JUGA :  pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Hingga kini, belum ada klarifikasi nama pejabat spesifik yang memberi perintah ataupun yang melaksanakan pencabutan, sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan akuntabilitas.

Sikap Kami

1. Mengecam keras tindakan pencabutan ID Card oleh BPMI Sekretariat Presiden karena merupakan bentuk intimidasi dan pembungkaman terhadap kerja jurnalistik.

2. Mendesak Istana Negara untuk menjelaskan secara terbuka siapa pejabat atau petugas yang memberi perintah pencabutan dan apa dasar hukumnya.

3. Meminta Presiden RI memastikan bahwa seluruh jurnalis, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama dalam melakukan liputan di lingkungan Istana.

4. Mengimbau Dewan Pers untuk mengambil langkah tegas, termasuk melakukan investigasi independen, agar kasus serupa tidak terulang kembali.

BACA JUGA :  Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

5. Mengajak seluruh media massa, organisasi pers, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk bersatu melawan setiap bentuk upaya pembungkaman pers.

 

Penyelesaian yang Kami Usulkan

Untuk menjaga marwah demokrasi dan kepercayaan publik, kami mendorong:

Pemulihan hak liputan wartawan CNN Indonesia dengan segera mengembalikan ID Card yang telah dicabut.

Penyusunan mekanisme transparan dalam penerbitan dan pencabutan ID liputan di Istana, termasuk prosedur yang jelas, tertulis, dan dapat diakses publik.

Dialog terbuka antara Istana, Dewan Pers, dan organisasi media guna membangun kesepahaman terkait aturan peliputan agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap jurnalis.

BACA JUGA :  Haris Diduga Rusak Hutan Desa Lubuk Birah untuk PETI, Warga Minta Dicopot dari Ketua LPHD

Pemberian sanksi administrasi kepada oknum pejabat/petugas yang terbukti melakukan pencabutan sewenang-wenang.

Pencabutan Surat Keputusan (SK) staf BPMI yang terlibat langsung dalam pencabutan ID Card, sebagai langkah tegas menunjukkan bahwa Istana berpihak pada kebebasan pers dan tidak mentolerir praktik intimidasi.

Edukasi berkelanjutan kepada aparat dan pejabat mengenai pentingnya kebebasan pers sebagai bagian dari sistem demokrasi Indonesia.

Penutup

Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi. Bila jurnalis dibatasi dalam menjalankan tugasnya, maka transparansi pemerintahan dan hak masyarakat untuk tahu ikut terancam.

Kami menegaskan: Pers merdeka, rakyat berdaulat!

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita: Tim-Z

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Berita ini 301 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB