Seruan untuk Dukungan Internasional, Menghadapi Represi dan Ketidakadilan di Indonesia

- Publisher

Minggu, 31 Agustus 2025 - 02:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surat terbuka dari Eko Wahyu Pramono yang ditujukan kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Surat terbuka dari Eko Wahyu Pramono yang ditujukan kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

SUARA UTAMA – Jakarta, 31 Agustus 2025 Indonesia tengah menghadapi krisis keadilan sosial. Pemerintah yang seharusnya melindungi hak rakyat kini malah terjebak dalam pengabaian terhadap kesejahteraan publik. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat semakin mempersulit hidup masyarakat, dengan pajak tinggi yang membebani dan elit politik yang terus mengeksploitasi jabatan mereka untuk kepentingan pribadi.

Puncaknya, pada 28 Agustus 2025, demonstrasi besar-besaran digelar oleh masyarakat Indonesia untuk menuntut perubahan, namun berujung pada tindakan represif oleh aparat. Salah satu insiden tragis, di mana seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, kehilangan nyawanya setelah terlindas oleh kendaraan taktis polisi (Barakuda) di tengah kerumunan demonstran, menjadi simbol dari ketidakpedulian pemerintah terhadap hak-hak rakyat.

BACA JUGA :  Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?

Selain itu, kebebasan pers di Indonesia kini terbatas, yang membuat suara rakyat semakin sulit untuk didengar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Isu lain yang tak kalah penting adalah ketidakadilan yang terjadi di sektor pajak, di mana rakyat dibebani pajak tinggi sementara pejabat dan anggota DPR menikmati tunjangan yang tidak wajar.

Eko Wahyu Pramono, salah satu warga Indonesia, telah mengirimkan surat terbuka kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk meminta bantuan. Dalam suratnya, Eko mengungkapkan keprihatinannya atas kekerasan yang terjadi dan meminta dukungan agar pemerintah Indonesia segera berhenti menindas rakyatnya, memberikan kebebasan berekspresi, dan melindungi hak-hak dasar setiap warga negara.

“Dengan dukungan internasional, kami yakin bisa meraih keadilan sosial yang sebenarnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami ingin hidup dengan martabat tanpa ketidakadilan dan represi,” ungkap Eko Wahyu Pramono.

BACA JUGA :  Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Indonesia kini berada di persimpangan: apakah kita benar-benar merdeka jika masih menghadapi ketidakadilan seperti ini? Rakyat Indonesia terus menuntut perubahan nyata, agar pemerintah tidak hanya melindungi kepentingan politik mereka, tetapi juga kesejahteraan rakyat.

Saya berharap pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan kekerasan dan berbenah serta memberikan ruang bagi kebebasan berekspresi. Saatnya kita perjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Kisah Inspiratif Pedagang Dimsum Naik Kawasaki ZX25R di Cimahi
Kades Renah Alai Mangkir dari Panggilan Penyidik Polres Merangin, Pemeriksaan Dijadwalkan Ulang
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Kisah Inspiratif Pedagang Dimsum Naik Kawasaki ZX25R di Cimahi

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Kades Renah Alai Mangkir dari Panggilan Penyidik Polres Merangin, Pemeriksaan Dijadwalkan Ulang

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/