Pers Bermartabat: Lawan Suap, Jaga Marwah Profesi Jurnalis

- Publisher

Senin, 23 Juni 2025 - 08:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : Keluarga Besar Suara Utama tegaskan Marwah Jurnalis adalah Mengabarkan Kebenaran dan Menolak Suap (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO : Keluarga Besar Suara Utama tegaskan Marwah Jurnalis adalah Mengabarkan Kebenaran dan Menolak Suap (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Oleh: Andre Hariyanto, Jurnalis Muslim asal Bumi Mojopahit dan kini tinggal di Malang

SUARA UTAMA Di tengah era banjir informasi dan derasnya arus digital, peran jurnalis menjadi semakin krusial dalam menyaring fakta dan mengabarkan kebenaran. Namun, di balik idealisme profesi ini, bayang-bayang praktik tidak etis seperti suap dan “wartawan bodrex” masih menjadi noda hitam yang mencoreng marwah kewartawanan.

Jurnalis Sejati, Penjaga Kebenaran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang jurnalis sejati adalah penjaga nurani publik. Tugas utamanya bukan sekadar melaporkan peristiwa, tetapi memastikan bahwa informasi yang disampaikan telah melalui verifikasi, bebas dari kepentingan sempit, dan berpihak pada kebenaran. Integritas menjadi mata uang utama dalam profesi ini. Tanpa itu, berita hanyalah propaganda, bukan produk jurnalistik.

BACA JUGA :  Lebih Parah dari Dugaan: Selain Pinjaman Miliaran, Tabungan Rp20 Juta Nasabah Mandiri Pamenang Juga Raib; Pimpinan Masih Bungkam

Wartawan Bodrex, Luka dalam Dunia Pers

Istilah “wartawan bodrex” merujuk pada oknum yang menggunakan identitas pers bukan untuk mengabarkan informasi, melainkan mencari keuntungan pribadi—entah dengan cara memeras narasumber, menyebar berita pesanan, atau menerima amplop sebagai syarat pemberitaan. Mereka bukan jurnalis, melainkan perusak kepercayaan publik terhadap media.

Fenomena ini telah lama merusak citra media, menyulitkan kerja jurnalis profesional, dan menciptakan ketidakpercayaan di tengah masyarakat. Praktik ini tak hanya melanggar kode etik jurnalistik, tapi juga menodai makna kebebasan pers yang telah diperjuangkan dengan keringat dan darah di masa lalu.

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

Perlu Ketegasan dan Pendidikan Etika

Membasmi praktik suap dalam dunia pers bukan hanya tugas organisasi profesi atau Dewan Pers, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral setiap jurnalis. Pendidikan etika, pembinaan yang konsisten, dan keberanian untuk menolak gratifikasi adalah langkah awal menjaga marwah jurnalisme tetap bersih dan terhormat.

Media massa juga harus lebih selektif dalam merekrut wartawan. Tidak cukup hanya bisa menulis, tetapi harus punya komitmen pada kebenaran dan tangguh menghadapi godaan materi. Tanpa itu, idealisme jurnalistik hanya akan tinggal slogan.

BACA JUGA :  Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi

Jurnalisme adalah Ibadah Sosial

Menjadi jurnalis bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat lewat informasi yang benar, jujur, dan mendidik. Ketika jurnalis tunduk pada uang dan kepentingan, maka hilanglah marwah profesi yang mulia ini. Namun selama masih ada insan pers yang menjunjung tinggi etika dan menolak suap, maka harapan akan jurnalisme yang sehat dan bermartabat tetap menyala.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/