Direktur RSUD Waluyo jati Klarifikasi Adanya Pemberitaan di Berhentikan nya Fauzen

- Publisher

Kamis, 12 Juni 2025 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Adanya pemberitaan media online yang di terbitkan Media Suara Utama pada tanggal 10 Juni 2025. dengan Judul Miris, Tanpa Gaji Tujuh Tahun Bertugas di Bagian Toilet RSUD Waluyo jati Kini di Berhentikan. yang mana dalam pemberitaan sebelumnya, Direktur RSUD Waluyo jati Kraksaan “Dr. Yessi Rahmawati” tidak menjawab konfirmasi media. 12/06/2025.

Namun setelah pemberitaan tersebut beredar, pada tanggal 12 Juni 2025 Direktur RSUD Waluyo jati Kraksaan “Dr. Yessi Rahmawati” melalui jejaring Sosial Whatsap via chat, Mengirimkan Link pemberitaan sebelumnya Serta Narasi klarifikasi yang terdapat 6 (enam) poin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi Direktur RSUD Waluyo jati, di awali dengan pernyataan resmi. “Pernyataan Resmi Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan Terkait Berita Penjaga Toilet dan Dugaan Pungutan di Area RSUD Waluyo Jati Kraksaan, 12 Juni 2025. “katanya.

Dr. Yessi Rahmawati menjelaskan terkait pemberhentian tugas Fauzen. “Sehubungan dengan pemberitaan mengenai Saudara Fauzen yang mengaku sebagai petugas toilet di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan mengalami pemberhentian tugas, maka dengan ini kami menyampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi. “Jelas nya.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi Klenang Kidul Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan Diduga Ikut Cawe Cawe 

Dalam poin (1) kata Dr. Yessi “RSUD Waluyo Jati Berkomitmen pada Zona Integritas. Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah yang tengah berproses menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), RSUD Waluyo Jati tidak membenarkan adanya pungutan liar dalam bentuk apapun, termasuk pungutan di fasilitas toilet rumah sakit. Pelayanan dasar seperti toilet publik adalah gratis dan terbuka bagi seluruh pasien, keluarga, dan pengunjung. “Katanya.

Lebih lanjut, dalam poin (2). Tidak Ada Penugasan Resmi sebagai Penjaga Toilet.  Berdasarkan hasil penelusuran administrasi internal, tidak ditemukan SK resmi dari manajemen RSUD Waluyo Jati yang menunjuk Saudara Fauzen sebagai tenaga resmi di lingkungan RSUD sejak ia mengundurkan diri tahun 2014. Kegiatan yang dilakukannya di area toilet sejak 2018 tidak berada dalam struktur kepegawaian resmi rumah sakit, dan ia tidak menerima gaji maupun honor dari RSUD dalam periode tersebut. “ungkap nya.

BACA JUGA :  Investigasi Terindikasi Melanggar SOP, Rombongan SPI PDAM Serta Terduga Datangi Rumah Korban dan Kabiro Media Online Desa Tegalwatu 

Masih kata Direktur RSUD Waluyo jati. (3). Fasilitas Toilet Sudah Dikelola oleh Petugas Kebersihan Resmi. RSUD Waluyo Jati telah menunjuk penyedia jasa kebersihan resmi melalui mekanisme pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan. Petugas kebersihan tersebut bekerja 24 jam setiap hari, termasuk untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan toilet publik. Oleh karena itu, tidak diperlukan lagi penjaga toilet tambahan, apalagi yang melakukan pungutan dari pengunjung. “Ujar nya.

Direktur RSUD Waluyo jati kembali menjelaskan dalam poin (4). Penertiban dan Pencegahan Praktik Pungli. Manajemen rumah sakit telah melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan aktivitas ilegal penjagaan toilet sejak tahun 2025. Ini merupakan bagian dari langkah bersih-bersih internal demi menjaga integritas, akuntabilitas, dan kenyamanan pelayanan publik. “Jelas nya lagi.

Poin (5) kata Dr. Yessi “Upaya Pendekatan Kemanusiaan. Kami turut prihatin atas kondisi kehidupan yang dialami Saudara Fauzen. Namun, dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, setiap bentuk keterlibatan tenaga kerja di RSUD Waluyo Jati harus sesuai prosedur rekrutmen resmi dan kontrak kerja yang sah. Bila ada niat baik dari yang bersangkutan untuk kembali bekerja melalui jalur formal, kami sarankan agar mengikuti proses rekrutmen sesuai mekanisme yang berlaku di pemerintah daerah. “Ujar nya.

BACA JUGA :  Klarifikasi Direktur RSUD Waluyo jati, Hasil Audit Belum Ada Temuan BPK dan Bersikap Kooperatif, Terbuka Terhadap Seluruh Proses

Tidak hanya itu, dalam poin (6) Direktur RSUD Waluyo jati. (6) Imbauan kepada Masyarakat dan Media. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada oknum manapun di lingkungan RSUD Waluyo Jati. Segala bentuk pungutan yang tidak melalui kas resmi rumah sakit adalah tidak sah dan bertentangan dengan prinsip integritas pelayanan publik. Jika masyarakat menemukan indikasi pungli, silakan melapor melalui kanal pengaduan resmi RSUD atau Inspektorat Daerah. “pungkas nya.

Dari enam poin tersebut, Direktur RSUD Waluyo jati menambahkan. “Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Kami tetap berkomitmen untuk menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai rumah sakit yang BUGARR (Bersih, Unggul, Gerak Cepat, Aman, Ramah dan Rapi kinerjanya) profesional dan transparan terhadap masyarakat. Hormat kami, dr. Yessi Rahmawati, Sp.OG, M.H. Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. “imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton
Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa
Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.
Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).
Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.
Molor..!! Janji 20 Mei 2026. RSUD tanjung redep Berau Masih Kosong, Bupati Belum Tentukan Jadwal Baru
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:02 WIB

Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:42 WIB

Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:44 WIB

Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:12 WIB

Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

Berita Terbaru