Atasi Kekurangan Guru Mapel Tingkat SMP di Padang Pariaman

Minggu, 25 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Padang Pariaman –Tersedianya jumlah guru pengampu mata pelajaran sesuai bidang pendidikannya merupakan kriteria penting yang semestinya harus ada di setiap sekolah. Guru pengampu mata pelajaran yang sesuai bidangnya akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas saat dia mengelola Proses Belajar Mengajar. Pencapaian Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum tentu akan semakin baik dalam pelaksanaannya, apalagi guru yg mengajar tersebut lebih menguasai materi ajarnya, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai rencana yang telah dibuat oleh guru.

Tidak tersedianya guru pengampu mata pelajaran secara keseluruhan dari mata pelajaran yang ada pada kurikulum, sangat terasa sekali dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Hal ini diungkapkan oleh Suwardi sebagai kepala SMPN 3 IV Koto Aur Malintang, kabupaten Padang Pariaman. Pada sekolah tersebut saat ini hanya ada enam (6) guru mata pelajaran ASN yang tersedia dari lima rombel yang ada, sementara ada sepuluh (10) mata pelajaran yang ada di kurikulum yang harus dilaksanakan pembelajarannya. Solusi saat ini dilaksanakan pengampuan mata pelajaran oleh guru yang ada yang tidak linear dengan bidang studi guru tersebut. Yang penting semua mata pelajaran tetap dilaksanakan pembelajarannya dengan baik sesuai waktu jadwal pelajaran.

Tidak semua guru mata prlajaran mampu mengajarkan mata pelajaran lainnya. Misalnya seorang guru IPS yang ada di sebuah sekolah belum tentu mampu mengajarkan mata pelajaran matematika karena ia memiliki disiplin ilmu yang berbeda. Jika dipaksakan juga guru yang bukan memiliki disiplin ilmu yang tidak sesuai bidangnya, sudah barang tentu proses pembelajarannya di kelas akan tidak sesuai dengan harapan. Padahal, sebagaimana yang diharapkan oleh pemangku kepentingan di negeri ini notabene pastilah ingin kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dapat mencapai taraf yang berkualitas. Standar minimal ketersediaan tenaga guru haruslah terpenuhi yang pada saat ini menjadi salah satu polemik dalam menyukseskan program pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran umumnya di Indonesia.

Pada sisi kondisi yang terjadi saat ini kekurangan guru mata pelajaran di sekolah ini diharapkan dapat terpenuhi adalah guru  mata pelajaran PJOK, Senibudaya, Prakarya dan Informatika. Di sela itu ketika dikonfirmasi kepada Amrizal pada (23/5) sebagai Wakil Kepala Sekolah juga memberikan tanggapan yang sama terhadap hal ini.

BACA JUGA :  Darurat Penelantaran Anak: PKPA Serukan Perbaikan Sistem Perlindungan

Kekurangan jumlah guru sesuai rasio bidang yang mengampu mata pelajaran di SMPN 3 IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman ini terjadi oleh karena adanya guru PNS yang purna tugas (pensiun) selesai masa baktinya. Pada sisi lain di Padang Pariaman saat ini belum diizinkannya sekolah yang kekurangan guru pengampu mata pelajaran ini untuk direkrut oleh sekolah ke dalam input data Dapodik, sehingga kebijakan tersebut berakibat pada kekurangan tenaga pendidik sesuai bidangnya yang ada di sekolah-sekolah. Banyak sekolah yang mengalami hal yang sama di sekolah SMP pada kabupaten ini, ujar Suwardi.

Penerimaan guru honorer adalah salah satu alternatif solusi mengatasi kekurangan guru saat ini. Jika mengharapkan guru ASN PNS dan PPPK saja, sungguh sangat lama bisa terpenuhi. Namun, kapankah keran penerimaan guru tenaga honorer ini bisa dibuka kembali untuk mengatasi kondisi yang ada? Sementara itu, tuntutan terhadap peningkatan kualitas pendidikan selalu menjadi harapan di pikiran setiap stakeholders pelaksana pendidikan di setiap sekolah.

Sebagai harapan dari para kepala sekolah di daerah ini, sangat mengharapkan sekali adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah Padang Pariaman, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Padang Pariaman untuk secepatnya memberikan izin terhadap penerimaan guru honorer di sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Tersedianya tenaga pendidik sesuai rasio mata pelajaran sangatlah menjadi keharusan walaupun guru-guru itu berstatus honorer, namun akan bernilai positif terhadap kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas ajarnya.

Harapan daerah terhadap Pemerintah Pusat tentu sangatlah jelas agar tenaga pendidikan yang menjadi motor utama berjalannya pendidikan dan pembelajaran di sekolah dapat terpenuhi sesuai rasio kebutuhan. Jumlah rombel dengan jumlah guru mata pelajaran harus juga berbanding seimbang. Guru sebagai tenaga fungsional yang tak bisa diabaikan keberadaannya langsung menyasar kepada siswa di kelas. Semua hal tersebut menjadi faktor penting dalam menunjang bergeraknya roda pendidikan dan pembelajaran.

(Suwardi, S.Pd, MM, Kabiro Suara Utama.id Kab. Padang Pariaman)

 

Penulis : Suwardi, S.Pd, MM

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terbaru