Santri Nurul Ilmi Islam Boarding School Rawajitu Selatan, Bergiliran Jadi Imam Tarawih

- Publisher

Sabtu, 15 Maret 2025 - 15:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Santri NIIBS Rawajitu Selatan, bergiliran Imam Taraweh (Suarautama.id)

Santri NIIBS Rawajitu Selatan, bergiliran Imam Taraweh (Suarautama.id)

SUARA UTAMA, Tulang Bawang– Masjid Nurul Ilmi yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ilmi Islam Boarding School (NIIBS) menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan salat tarawih. Berlokasi di Jalan Poros Rawajitu, tepat di depan SPBU sebelum Pasar Minggu Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, masjid ini menjadi pusat ibadah yang ramai selama Ramadan.

Keistimewaan tarawih di Masjid Nurul Ilmi terletak pada imam yang dipimpin secara bergilir oleh santri. Sepanjang Ramadan, 10 santri ditunjuk bergiliran untuk memimpin salat tarawih, membaca Al-Qur’an secara acak mulai dari Juz 26 hingga Juz 30. Salat tarawih dilaksanakan 8 rakaat dengan format 2 rakaat satu salam, ditutup witir 3 rakaat satu kali salam.

BACA JUGA :  Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

Setiap malam, masjid ini dihadiri sekitar 150 jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar, pengasuh, serta santri pondok pesantren. Salah satu santri yang mendapat kesempatan menjadi imam pada Jumat (14/3) malam adalah Muhammad Syafiq Al Furqon, santri kelas IV SDIT Nurul Ilmi. Syafiq merupakan putra dari Iskandarsyah, berasal dari Kabupaten Mesuji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang jamaah Masjid Nurul Ilmi, Untung (60), mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya melihat para santri mampu menjadi imam tarawih.

BACA JUGA :  Ayo Gabung! Persatuan Kelana Alam Indonesia Buka Open Recruitment Kepengurusan Tahun 2026

“Saya merasa senang dan bangga melihat santri kecil bisa menjadi imam dengan bacaan yang lancar. Ini menambah kekhusyukan dalam salat tarawih,” ujar Untung.

Sementara itu, Ustadz Rizki Ekasman Nunyai, salah satu pengasuh pondok pesantren, menuturkan bahwa pemilihan santri sebagai imam bertujuan untuk melatih mental dan meningkatkan hafalan mereka.

“Kami ingin santri semakin percaya diri dan terbiasa memimpin salat. Ini bagian dari pembelajaran agar mereka semakin fasih dalam membaca Al-Qur’an. Santri yang jadi imam telah diseleksi baik usia, hafalan dan kefasehan bacaan” kata Ustadz Rizki.

Ketua Pengurus Pondok Pesantren NIIBS, Fahrowi, menambahkan bahwa pondok pesantren ini menjadi pilihan bagi masyarakat Rawajitu dan sekitarnya yang ingin memberikan pendidikan berbasis Islam bagi anak-anak mereka. Saat ini sudah ada dua tingkatan pendidikan, SDIT dan SMPIT.

BACA JUGA :  DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu

“Rata-rata dalam dua tahun, santri kami mampu menghafal 3 hingga 5 juz. Ini semua berkat motivasi santri, bimbingan ustadz, dan dukungan orang tua,” jelas Fahrowi.

Selain itu, pondok pesantren ini juga sukses mengadakan kegiatan Ramadan Camp dengan berbagai perlombaan bagi siswa SDN/MI di Kecamatan Rawajitu Timur dan Rawajitu Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan sekolah kepada masyarakat luas.

Penulis : Nafian faiz

Sumber Berita: Pondok Pesantren NIIBS Rawajitu Selatan

Berita Terkait

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Berita ini 553 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand