Pertarungan Sengit di Pilkada Tanggamus 2024: SALEH VS DEWI (bagian 2)

- Publisher

Kamis, 25 Juli 2024 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Suara Utama, TANGGAMUS, – Pilkada Tanggamus 2024 semakin memanas seiring mendekatnya hari pemilihan. Pertarungan antara Saleh Asnawi dan Dewi Handayani tidak hanya melibatkan kekuatan politik masing-masing calon, tetapi juga menyajikan dinamika strategi dan aliansi yang terus berubah. Mari kita lihat lebih dalam bagaimana kedua kandidat dapat mengoptimalkan peluang mereka dan bagaimana perkembangan terbaru dapat memengaruhi hasil akhir.

Saleh Asnawi: Mengoptimalkan Dukungan dan Meredam Tantangan

Saleh Asnawi telah menunjukkan kepiawaian politiknya dengan mengamankan dukungan dari Gerindra, PAN, PPP dan PKB, serta dukungan potensial dari grassroots PKS. Namun, tantangan terbesar Saleh adalah memastikan bahwa dukungan grassroots PKS dapat diterjemahkan menjadi suara nyata di hari pemilihan. Dukungan ini bisa menjadi penentu kemenangan Saleh jika ia berhasil memobilisasi dukungan tersebut dengan efektif.

Pertemuan antara Saleh dan Ketua DPRD Tanggamus, Heri Agus Setiawan yang juga kader PDIP (Selasa, 20 Juli), menunjukkan bahwa Saleh tidak tinggal diam. Spekulasi tentang kemungkinan PDIP mendukung Saleh dengan Heri sebagai calon wakil bupati membuka peluang baru. Jika PDIP benar-benar bergabung, Saleh akan memiliki koalisi yang sangat kuat, menjadikannya pesaing yang sangat serius bagi Dewi Handayani.

Dewi Handayani: Memperkuat Posisi dan Menarik Dukungan Baru

Dewi Handayani, sebagai petahana, memiliki keunggulan dalam hal pengalaman dan stabilitas kepemimpinan. Dukungan dari NasDem dan potensi dukungan dari PDI-P membuat posisinya cukup kuat. Namun, Dewi harus mampu menarik dan mempertahankan dukungan dari pemilih PKS yang mungkin lebih condong ke Saleh Asnawi. Strategi komunikasi yang efektif dan program-program konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat menjadi kunci bagi Dewi untuk mempertahankan keunggulannya.

BACA JUGA :  Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Dalam dinamika politik yang terus berubah, Dewi harus memastikan bahwa koalisinya tetap solid dan mampu menarik dukungan dari pemilih tradisional maupun pemilih muda yang mencari perubahan. Dukungan resmi dari PKS masih menjadi tanda tanya, namun jika berhasil diraih, ini akan menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi Dewi.

Pertarungan Strategi: Menghadapi Isu dan Memenangkan Hati Pemilih

Kedua kandidat harus fokus pada isu-isu lokal yang relevan bagi warga Tanggamus. Infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi lokal adalah topik utama yang harus diaddress oleh kedua belah pihak. Program-program konkret dengan solusi yang dapat diandalkan akan menjadi kunci untuk memenangkan hati pemilih.

Selain itu, strategi mobilisasi pemilih dan komunikasi yang efektif sangat penting. Saleh Asnawi harus memastikan dukungan dari grassroots PKS diterjemahkan menjadi suara nyata. Di sisi lain, Dewi Handayani perlu memanfaatkan dukungan dari NasDem dan PDI-P untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

BACA JUGA :  DPRD Se-Kalimantan Ikuti Bimtek PKS di Jakarta, Perkuat Sinergi Legislatif demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Masa Depan Politik Tanggamus: Pertarungan Menarik yang Layak Diikuti

Secara keseluruhan, Pilkada Tanggamus 2024 akan menjadi pertarungan menarik antara stabilitas dan kontinuitas yang ditawarkan oleh Dewi Handayani, serta perubahan dan inovasi yang dijanjikan oleh Saleh Asnawi. Pemilih Tanggamus harus mempertimbangkan dengan matang pilihan mereka, mengingat dampak signifikan yang akan dihasilkan dari pemilihan ini bagi masa depan daerah mereka.

Pertarungan ini tidak hanya tentang siapa yang akan menjadi bupati, tetapi juga tentang arah kebijakan dan pembangunan Tanggamus ke depan. Dukungan dari partai-partai besar dan dinamika internal mereka akan sangat menentukan hasil akhir dari pemilihan ini. Dengan demikian, perkembangan terbaru dan strategi yang digunakan oleh kedua kandidat akan terus menjadi sorotan publik dan media hingga hari pemilihan tiba.

Penulis : Ki Mas Prasasti (Aktivis Sosial, Tanggamus)

Editor : Irawan

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar
Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan
Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
KUNJUNGAN KERJA BADAN KEHORMATAN DPRD KALTIM KE JAWA TIMUR Perkuat Mekanisme Penegakan Kode Etik dan Perlindungan Hak Ketenagakerjaan
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
MOU Bukan Sekadar Formalitas — Advokat Samarinda Ingatkan Risiko Hukum yang Sering Diabaikan
Berita ini 351 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:56 WIB

Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:57 WIB

Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:05 WIB

Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Berita Terbaru

Berita Utama

Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Senin, 6 Jul 2026 - 10:42 WIB

Berita Utama

Pemimpin Dan Segenap Jajaran Redaksi SUARA UTAMA mengucapkan

Senin, 6 Jul 2026 - 08:07 WIB