Refleksi Sumpah Pemuda Untuk Mewujudkan Indonesia Emas

- Publisher

Jumat, 27 Oktober 2023 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iryani, Akademisi Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar

Iryani, Akademisi Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar

Oleh: Iryani

Akademisi Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar

SUARA UTAMA, Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Ikrar tersebut berisikan tekad untuk bersatu dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia, serta menghilangkan perbedaan yang ada diantara mereka (seperti perbedaan suku, agama, budaya, dan lain sebagainya) yang dapat memecah belah persatuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan di masyarakat yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, antara lain: (1) risiko konflik dan perpecahan di antara masyarakat yang berbeda, (2) menurunkan rasa kebersamaan dan solidaritas, serta (3) menghambat pembangunan dan kemajuan bangsa.

Sumpah pemuda menjadi tonggak sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Merefleksikan sumpah pemuda menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat agar terus memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta  mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai seperti nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Bonus Demografi Pemuda

BACA JUGA :  Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.

Bonus demografi merupakan suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif (0-14 tahun dan 65 tahun keatas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk suatu negara.

Indonesia diprediksi akan mencapai bonus demografi pada tahun 2030 hingga tahun 2040 mendatang. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan bonus demografi Indonesia akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada 2025. Melalui program Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk usia produktif mencapai 186,77 juta orang, dan rasio ketergantungannya mencapai 44,33%.

Apabila melihat proyeksi trennya, terdapat penambahan jumlah penduduk usia produktif yang berkisar antara 2-4 juta penduduk setiap lima tahun sekali. Tetapi, di tahun 2045 dan tahun 2050, proyeksi penambahan dan jumlah bonus demografinya tidak meningkat signifikan, yaitu: dari 213,18 juta orang di tahun 2045 menjadi 213,41 juta orang pada tahun 2050.

Sedangkan, proyeksi rasio ketergantungan menunjukkan kenaikan 1-2% setiap lima tahun sekali. Dan, proyeksi rasio ketergantungan naik mencapai 54,13% di tahun 2050. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan angkatan kerja terbanyak di kawasan Asia. Namun, di periode yang sama, angka ketergantungan juga mengalami peningkatan kerena jumlah penduduk usia tua juga mengalami peningkatan. Berdasarkan baseline pertambahan penduduk tahun 2020 sebesar 54,47 juta orang, diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 324,05 juta orang pada tahun 2045.

BACA JUGA :  Launching GJB Berqurban untuk Fokus di Pedalaman Timor NTT

Saat ini, Indonesia sedang dalam fase menikmati bonus demografi dan perlu dimanfaatkan dengan baik. Bonus demografi pemuda sebagai kondisi dimana populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif yang akan diisi oleh pemuda. Bonus demografi pemuda memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang produktif dalam meningkatkan kemajuan ekonomi bangsa.

Generasi Muda dan Indonesia Emas

Indonesia Emas 2045 menggambarkan kondisi Indonesia sebagai negara maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 perlu didukung oleh empat pilar, yaitu: (1) pembangunan SDM dan penguasaan IPTEK, (2) perkembangan ekonomi berkelanjutan, (3) pemerataan pembangunan, serta (4) ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

BACA JUGA :  Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi '4.000 Kue Semalam' dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa

Generasi muda merupakan tonggak estafet pembangunan dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Oleh karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, maka pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat harus berkolaborasi dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang akan membawa dan menentukan kemajuan Indonesia di masa depan.

Peringatan hari Sumpah Pemuda dapat merefleksikan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di era disrupsi teknologi. Generasi muda dapat menjadi tonggak emas perubahan dan transformasi di segala bidang. Pemuda yang memiliki visi dan semangat juang tinggi dapat menjadi agen perubahan serta berkontribusi nyata dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kancah internasional, yang selaras dengan tema Hari Sumpah Pemuda 2023 yakni “Bersama Majukan Indonesia”.

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:11 WIB

Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Berita Terbaru