Bangsa Sedang Terluka, Saatnya Rakyat Bangkit Menata Ulang Arah Negeri

- Publisher

Senin, 6 Oktober 2025 - 04:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 6 Oktober 2025 —
Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia (ACPAI) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan moral bangsa yang kian memprihatinkan. Dalam pernyataan resminya, ACPAI menilai bahwa berbagai persoalan krusial yang terjadi di tengah masyarakat merupakan tanda krisis keadilan dan arah kebijakan yang melenceng dari amanah konstitusi.

Ketua Umum ACPAI, menyatakan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah tidak sepenuhnya dinikmati rakyat. Banyak sektor strategis yang justru dikuasai oleh kepentingan asing dan elit ekonomi, sementara rakyat di akar rumput terus berjuang dalam tekanan ekonomi, lapangan kerja yang sempit, serta mahalnya biaya hidup.

> “Kami melihat realitas ini bukan sekadar kesalahan kebijakan, tetapi tanda hilangnya nilai moral, tanggung jawab sosial, dan semangat nasionalisme sejati. Saatnya rakyat Indonesia bersatu kembali menegakkan keadilan, kemandirian, dan kedaulatan bangsa,” tegas , Senin (6/10).

 

ACPAI menilai, akar permasalahan bangsa tidak hanya pada sektor ekonomi dan hukum, tetapi juga pada degradasi moral dan melemahnya kesadaran publik terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Generasi muda kini dihadapkan pada tantangan besar: ketergantungan digital, gaya hidup konsumtif, serta hilangnya orientasi terhadap pendidikan karakter dan kebangsaan.

BACA JUGA :  Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri

Dalam rilisnya, ACPAI menyerukan pentingnya gerakan kesadaran moral nasional, yang bertujuan mengembalikan arah pembangunan bangsa pada nilai-nilai dasar: gotong royong, keadilan sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

“Indonesia tidak boleh terus bergantung pada sistem ekonomi yang menindas rakyat kecil. Sudah saatnya kita menegakkan kembali Pasal 33 UUD 1945 — bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” lanjut pernyataan resmi ACPAI.

BACA JUGA :  Berau. Memperingati Hari Nelayan Nasional sekaligus HUT HNSI ke-53. Pihak kesultanan menilai pemerintah daerah mulai mengabaikan nilai-nilai historis.

 

Rilisan ini juga mengingatkan semua elemen bangsa untuk berhenti saling menyalahkan dan mulai membangun kesadaran kolektif. ACPAI mendorong seluruh lapisan masyarakat — terutama jurnalis, aktivis, dan pemuda — untuk aktif menyuarakan kebenaran, menolak korupsi, dan memperjuangkan pemerataan keadilan sosial.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB