Yulianto Kiswocahyono: Kebijakan Pajak yang Konsisten Kunci untuk Menarik Investasi di Indonesia

- Publisher

Rabu, 27 Agustus 2025 - 14:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior dan Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, memberikan pandangan kritis tentang kebijakan pajak Indonesia.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior dan Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, memberikan pandangan kritis tentang kebijakan pajak Indonesia.

Surabaya, 27 Agustus 2025 — Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, seorang konsultan pajak senior yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, memberikan pandangan kritis dan konstruktif terkait kebijakan pajak Indonesia dalam mendukung iklim investasi yang sehat, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Pajak sebagai Instrumen Utama dalam Menarik Investasi

Menurut Yulianto, kebijakan perpajakan yang jelas dan terarah sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi ke Indonesia. “Indonesia sudah memulai langkah yang baik dengan memberikan berbagai insentif pajak seperti tax holiday dan tax allowance. Namun, masalah yang sering muncul adalah implementasi kebijakan ini di lapangan. Banyak investor yang merasa bahwa meskipun ada insentif pajak, birokrasi dan ketidakpastian hukum masih menjadi penghalang utama dalam membuat keputusan investasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, Yulianto menambahkan bahwa keberlanjutan dan konsistensi dalam kebijakan pajak menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan kebijakan perpajakan di Indonesia. “Konsistensi dan transparansi dalam implementasi pajak harus selalu dijaga. Kebijakan yang berubah-ubah dapat menciptakan ketidakpastian, yang pada akhirnya membuat investor ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA :  5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Global Minimum Tax (GMT) dan Tantangannya bagi Investor

Menyinggung penerapan Global Minimum Tax (GMT) yang akan diberlakukan mulai Januari 2025, Yulianto mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan pada perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. “Penerapan GMT adalah langkah yang sangat positif untuk memastikan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia membayar pajak yang adil dan tidak menghindari kewajiban pajaknya melalui pergeseran laba ke negara dengan tarif pajak rendah,” ujar Yulianto. “Namun, Indonesia harus memastikan bahwa kebijakan ini tidak membuat beban pajak bagi investor menjadi terlalu berat, karena hal itu dapat memengaruhi daya saing Indonesia di tingkat internasional,” tambahnya.

Yulianto juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia perlu mengikuti standar internasional terkait pajak, kebijakan pajak domestik harus tetap mampu mendukung investasi, khususnya di sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti teknologi, energi terbarukan, dan manufaktur.

BACA JUGA :  Lahan Sawit Rusak Tertimbun Limbah Tambang, Advokat Dampingi Warga Samarinda Menuntut Keadilan

Pentingnya Kolaborasi antara Pemerintah dan Sektor Swasta

Dalam menjalankan kebijakan fiskal dan perpajakan, Yulianto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. “Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur terus berusaha menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah dalam memberikan masukan terkait kebijakan fiskal dan moneter. Kami melihat bahwa dialog terbuka antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Menurut Yulianto, sektor swasta, melalui asosiasi seperti KADIN, dapat memberikan masukan yang sangat berharga terkait implementasi kebijakan pajak yang lebih efisien dan ramah investasi. “Pemerintah perlu mendengarkan langsung tantangan yang dihadapi oleh pengusaha dalam menjalankan bisnis mereka di Indonesia. Dengan saling berkolaborasi, kita bisa menemukan solusi yang saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi,” tambahnya.

Menjaga Daya Saing Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Yulianto juga mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global seperti ketegangan geopolitik, krisis energi, dan perubahan iklim memerlukan kebijakan yang cepat tanggap dan fleksibel. “Indonesia harus menjaga daya saingnya dengan mengembangkan sektor-sektor baru yang inovatif dan berkelanjutan, seperti energi terbarukan dan teknologi digital. Selain itu, kebijakan pajak yang mendukung sektor-sektor ini akan sangat penting untuk menarik investasi yang berkelanjutan,” kata Yulianto.

BACA JUGA :  Polres Merangin Amankan Dua Terduga Pelaku PETI di Talang Kawo

Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi sektor-sektor baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. “Pemerintah harus memastikan bahwa sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas, seperti energi hijau dan industri 4.0, mendapatkan insentif pajak yang memadai. Ini akan memastikan Indonesia tetap relevan dan menarik bagi investor asing,” ujar Yulianto.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Yulianto Kiswocahyono melihat kebijakan perpajakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan investasi, namun ada beberapa tantangan yang harus diatasi, terutama dalam hal konsistensi kebijakan, transparansi, dan kemudahan administrasi. Kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta, serta penerapan kebijakan pajak yang adil dan efisien, akan menjadi kunci dalam menjaga daya saing Indonesia di pasar global, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/