Warga Labuhan Haji Tolak Kebijakan Bupati Iron Relokasi Rumah Sakit Lombok Timur

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jajaran Pemdes Labuhan Haji

Foto: Jajaran Pemdes Labuhan Haji

Lotim NTB, – Kebijakan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin yang akan memindahkam Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT) yang berada di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji menuai penolakan keras dari masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat Labuhan Haji.

Pasalnya, Bupati dalam statemennya disejumlah media masa yang berencana merelokasi Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT) ke wilayah Masbagik. Padahal RSLT telah menjadi Icon kebanggaan masyarakat, khususnya, warga Labuhan Haji.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Sudirman, dihadapan wartawan, Senin, (24|9) menyayangkan kebijakan Bupati yang dinilai tebang pilih. “Di Masbagik sudah ada Puskesmas, Rumah Sakit Tife D, kenapa tidak itu saja dilanjutkan, sayang sekali Rumah Sakit Lombok Timur yang sudah berdiri megah dan memiliki sarana prasarana. Alih alih mau dikembangkan, malah mau dijadikan klinik, kebijakan itu menurutnya sangat primordialis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikannya, Rumah Sakit Lombok Timur merupakan kenang kenangan pemerintahan bapak Bupati H. Alin Bin Dachlan, yang menjadi kebanggan masyarakat Labuhan Haji, sejak diresmikan pada tanggal 31 Agustus 2019 silam.

BACA JUGA :  Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

“Kebijakan Bupati Iron ini kental dengan muatan politis, jika ini dijadikan klinik artinya perlengkapan medis akan dialihkan. Lalu apa bedanya dengan Puskesmas, sangat disayangkan, gedung yang mewah harus dialihfungsikan dan dikerdilkan menjadi klinik,” katanya dengan nada kesal.

Dikatakannya, selama ini Rumah Sakit Lombok Timur bukan hanya dikunjungi dari warga setempat, tapi dari berbagai wilayah seperti pasien dari wilayah Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, pringgabaya, bahkan ada yang dari wilayah Suela, Sembalun dan sekitarnya. Menurut tokoh masyarakat tersebut, salah satu faktornya karena Rumah Sakit Lombok Timur berada di lokasi yang strategis. Juga tempatnya yang nyaman, tidak ramai dan sesak.

Pendapat yang sama dikatakan pensiunan ASN di Lotim yang sangat menyayangkan kebijakan Bupati Iron. Karena diketahui, sudah tersedia sejumlah fasilitas kesehatan di Masbagik.

Padahal, sambungnya, Sarana Prasarana di Rumah Sakit Masbagik sudah ada, tinggal dilengkapi Sarprasnya. “Tapi kenapa Rumah Sakit Lombok Timur yang dialihkan kesana, ini mengundang tanda tanya besar, di Masbagik ada Puskesmas, Rumah Sakit Permata Hati, adapula Rumah Sakit tipe D, yang diresmikan dimasa Bupati H.Sukiman Azmi.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Jika berbicara akses warga Masbagik paling dekat ke RSUD Dr. Sujono Selong. Tidak mungkin warga Masbagik berobat ke Labuhan Haji. Ada apa dengan kebijakan Bupati ini, apakah Labuhan Haji bukan masyarakatnya,” ucapnya penuh tanya.

Dihubungi secara terpisah, pensiunan perawat kesehatan yang tidak mau disebut namanya, mempertanyakan urgensi Bupati Haerul Warisan memindahkan RSUD Lombok Timur ke Masbagik. Ditegaskannya, jika memang ingin membangun Rumah Sakit Daerah, di Masbagik sudah ada Rumah Sakit tife D, yang diresmikan mantan Bupati H.M.Sukiman Azmy. “Jika memang serius kenapa tidak di tingkatkan saja sarpras dan para ahli medisnya, termasuk dokter spesialis agar bisa naik tife. Bukannya mengkerdilkan Rumah Sakit yang sudah ada,” ujarnya.

Semestinya, sambung petugas kesehatan itu, Bupati dalam mengambil kebijakan mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan. Sangat disayangkan, RSLT yang sudah megah yang seharusnya sarana prasarana mestinya ditingkatkan. Malah sebaliknya, mau dijadikan klinik oleh Bupati.

Belum lagi berbicara jarak tempuh paramedis yang berasal dari berbagai wilayah harus dipindahtugaskan. Menurutnya, juga sangat mempengaruhi efisiensi kerja petugas kesehatan.

BACA JUGA :  Saling Lempar Alibi Masalah Sampah Menahun 4 Truk di Sangkanhurip

Pernyataan yang sama disampaikan sejumlah elemen Pemdes Labuhan Haji, diantaranya: BPD, Kepala Wilayah, tokoh pemuda dan tokoh agama. Mereka tegas menyatakan menolak jika Rumah Sakit Lombok Timur harus dipindahkan di wilayah Masbagik.

Dalam waktu dekat, pihak Pemdes Labuhan Haji dan segenap elemen masyarakat akan menggelar hearing dengan anggota DPRD Lombok Timur agar kebijakan Bupati Lombok Timur dikaji lebih mendalam untuk memberikan rasa keadilan pada semua lapisan masyarakat.

Ia berharap, jargon Lotim SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan) yang selama ini digaungkan benar benar dirasakan masyarakat Lombok Timur, bukan hanya pencitraan dan hanya untuk kepentingan timses dan orang dekat saja.

“Jika alasan Bupati Haerul Warisin memindahkan Rumah Sakit Lombok Timur ke Masbagik karena bisikan timses. Ini kental muatan politis, artinya Labuhan Haji dianak tirikan. Jika itu terjadi, kita serukan pada warga Labuhan Haji untuk mencatat kebijakan Bupati Iron dan kita jawab pada pilkada Lotim 2029 mendatang,” terangnya.

Berita Terkait

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes
Bupati Kampar Apresiasi Aksi Donor Darah dalam Rangkaian HUT RI ke-81 di Kuok, Solidaritas Sesama Anak Bangsa
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saling Lempar Alibi Masalah Sampah Menahun 4 Truk di Sangkanhurip
Tempat Pembuangan Akhir Butuh Bantuan Pihak Ketiga
Tekan Kasus ATM, Pemkot Pangkalpinang dan Adinkes Perkuat Program RSSH
Terkasan Sangat Terburu-buru Izinpun Belakangan Rumah Sakit Umum Daerah, Tanjung. Karna Prioritas..
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Bupati Kampar Apresiasi Aksi Donor Darah dalam Rangkaian HUT RI ke-81 di Kuok, Solidaritas Sesama Anak Bangsa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:21 WIB

Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:47 WIB

Saling Lempar Alibi Masalah Sampah Menahun 4 Truk di Sangkanhurip

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/