Warga Dusun Tempur RT 15 Kepanjen Malang Keluhkan Proyek Penggalian Pipa, Air PDAM Mati hingga Malam

Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi

- Publisher

Senin, 6 April 2026 - 19:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO: Warga Dusun Tempur, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta evaluasi proyek penggalian pipa akibat dampak sosial yang dinilai terabaikan. (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO: Warga Dusun Tempur, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta evaluasi proyek penggalian pipa akibat dampak sosial yang dinilai terabaikan. (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Malang – Warga mengeluhkan dampak proyek penggalian pipa yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari, mulai dari terhentinya aliran air hingga gangguan akses jalan. Proyek tersebut berlangsung di Dusun Tempur, Desa Kemiri, RT 15 RW 4, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026).

FOTO: Warga Dusun Tempur, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta evaluasi proyek penggalian pipa akibat dampak sosial yang dinilai terabaikan. (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
FOTO: Warga Dusun Tempur, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta evaluasi proyek penggalian pipa akibat dampak sosial yang dinilai terabaikan. (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Salah satu warga RT 15 Dusun Tempur, Bambang Prasetyo, menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menolak adanya proyek penggalian pipa tersebut. Namun, ia menilai dampak sosial yang ditimbulkan perlu menjadi perhatian serius bagi pihak kontraktor, konsultan, maupun pelaksana.

“Kami sangat terganggu. Pada prinsipnya kami tidak menghalangi proyek tersebut, tetapi setiap pengerjaan pasti memiliki dampak sosial yang seharusnya diperhatikan,” ujarnya saat diwawancarai redaksi Suara Utama melalui wartawan Andre Hariyanto.

Menurut Bambang yang juga seorang dosen, sejumlah dampak yang dirasakan warga antara lain terhentinya aliran air PDAM hingga menjelang waktu magrib bahkan malam hari. Ia berharap pihak kontraktor dapat lebih berhati-hati agar pengerjaan tidak merusak jaringan pipa yang mengalir ke rumah warga.

Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terdampak. Sejumlah warung kecil dan toko kelontong mengalami penurunan pembeli karena akses jalan terganggu dan arus lalu lintas menjadi lambat. Bahkan, kendaraan roda empat dilaporkan kesulitan melintas di lokasi proyek.

BACA JUGA :  5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Tidak hanya itu, kondisi jalan yang licin akibat tanah galian dan pasir, ditambah hujan, juga menyebabkan beberapa warga terjatuh.

“Kami mohon kepada kontraktor dan pelaksana agar memperhatikan kembali pengerjaan proyek ini. Jangan sampai mengganggu infrastruktur warga, terutama aliran air PDAM yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Aisyah Putri Widodo, warga asal Palembang, Sumatera Selatan, yang saat ini tinggal di lokasi tersebut. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena air tidak mengalir hingga malam hari.

BACA JUGA :  Salah Data Pelanggan, Meteran Warga Bangko Dicabut: PDAM Akui Keliru, Janji Pasang Kembali Tak Ditepati

“Saya memiliki bayi yang baru lahir, namun tidak bisa memandikan karena air tidak mengalir. Selain itu, kurang baik juga jika harus mandi malam hari untuk kesehatan. Kami juga kesulitan memasak karena tidak ada air,” ungkap staf Lembaga pendidikan dan pelatihan AR Learning Center.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalisir, tanpa menghambat pembangunan yang sedang berjalan.

FOTO: Lahir dengan Selamat, Zahwa Qarira Nazhira Jadi Anugerah Indah Keluarga Andre Hariyanto (Aisyah Putri Widodo/SUARA UTAMA)
FOTO: Lahir dengan Selamat, Zahwa Qarira Nazhira Jadi Anugerah Indah Keluarga Andre Hariyanto (Aisyah Putri Widodo/SUARA UTAMA)

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Kasus Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan
Berita ini 142 kali dibaca
Warga Dusun Tempur Minta Evaluasi Proyek Pipa, Dampak Sosial Dinilai Abaikan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Jumat, 6 November 2026 - 07:17 WIB

Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 18:13 WIB

Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp