Tidak Mendapat Kartu KIP, Siswa SMKN 2 Merangin Nekat Temui Presiden Jokowi

Rabu, 1 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahmad Fhuzeil Siswa SMK Negeri  2 Merangin

Foto: Ahmad Fhuzeil Siswa SMK Negeri 2 Merangin

SUARA UTAMA, MERANGIN – Pemerintah telah menghadirkan Program KIP sebagai bantuan dana pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, hingga kuliah.

PIP Kemdikbud adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Dalam penyalurannya, dana diserahkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kemendikbudristek.

Dengan bantuan dana PIP, pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya

Besar dana bantuan PIP yaitu Rp 450.000 untuk jenjang SD, Rp 750.000 untuk jenjang SMP, dan Rp 1,8 juta untuk jenjang SMA. Untuk menjadi penerima PIP Kemdikbud, siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos).

Namun pemberian bantuan dalam Program Indonesia Pintar (PIP) dinilai belum merata. Sebab, banyak yang mengeluh tak mendapat bantuan padahal termasuk siswa miskin.

Seperti yang terjadi di SMKN 2 Merangin yang beralamat di Jln. LINTAS SUMATERA KM. 11 , Mentawak, Kec. Nalo Tantan, Kab. Merangin Prov. Jambi ini, salah satu murid kelas XI yang berasal dari keluarga tidak mampu bernama Ahmad Fhuzeil ini, dirinya tidak bisa mendapatkan bantuan PIP walaupun namanya sudah berulang kali di usulkan oleh pihak sekolah ke Kemendikbud.

Namun perjuangan keluarga Ahmad Fhuzeil untuk mendapatkan hak nya tidak berhenti begitu saja, saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Merangin beberapa waktu lalu, dirinya bersama orang tuanya nekat menerobos barisan paspampres guna agar bisa menemui presiden Jokowi dan menyampaikan keluhannya.

“Ya pada kunjungan pak Jokowi ke Kabupaten Merangin beberapa waktu lalu saya bersama ibu saya nekat menerobos barisan Paspampres untuk bertemu pak Jokowi, waktu itu saya mendapat kabar kalau pak Presiden mau datang ke Merangin, mendengar hal ini Ibu saya mengajak saya untuk datang ke stadion lapangan Koni, dan kami berdua nunggu di luar, terlihat ada tiga Helikopter datang, dan ketika pak Jokowi turun dari Helikopter mau menuju ke mobil, ibu saya langsung lari menuju ke arah pak Jokowi, dan saya mengikuti dari belakang sambil berusaha mecari jalan agar bisa lolos dari barisan paspampres, dan alhamdulillah ibu saya bisa bertemu dengan pak Jokowi dan langsung menyampaikan apa yang menjadi keluhan kami terutama terkait dengan tidak mendapatkannya kartu KIP ini,” Demikian kata Ahmad.

BACA JUGA :  Nah, Warga Gerebek Siswi SMAN 6 Merangin Bersama Kekasihnya Usai Berduaan di Kamar

Ditambahkan lagi menurut Ahmad Fhuzeil, atas perjuangan ibunya yang menemui presiden joko widodo tersebut dirinya merasa lega dan bahagia, karena apa yang menjadi impiannya yakni melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan di kabulkan oleh Presiden.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Presiden, yang telah mengabulkan permohonan ibu saya, dan Alhamdulillah beberapa hari lalu saya sudah mendapat Kartu KIP, dan hari ini (29/4/24) saya di panggil oleh pak Kadis Pendidikan Provinsi Jambi untuk menerima dana PIP, dan saya berharap ketika kuliah nanti saya bisa mendapat beasiswa dari pemerintah, agar beban orang tua kami tidak terlalu berat,” Pungkasnya

 

IMG 20240501 082322 1 Tidak Mendapat Kartu KIP, Siswa SMKN 2 Merangin Nekat Temui Presiden Jokowi Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Terpisah, terkait dengan hal tersebut Kepala SMKN 2 Merangin Hajrul Aswadi ketika dibincangi oleh media ini di ruang kerjanya pada senin (29/4/24) dirinya mengatakan jika sebelumnya pihak Sekolah sudah belulang kali mengusulkan KIP atasnama Ahmad Fhuzeil tersebut, namun tidak di kabulkan.

“Alhamdulillah murid kami atasnama Ahmad Fhuzeil tersebut sekarang sudah dapat KIP, dan informasnya hari ini dia di minta ketemu pak Kadis, untuk penyerahan uang PIP nya, dan kami dari sekolah sangat berterimakasih kepada bapak Presiden atas kepeduliannya terhadap masyarakat terutama di bidang pendidikan,” Demikian ucap Kepsek.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terbaru