Segera Bentuk Tim investigasi Independen Ungkap Misteri Kematian Tuan Filep j. Karma

Jumat, 4 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Selpius Bobi

SUARA UTAMA, JAYAPURA – Base G adalah salah satu pantai di Kota Jayapura. Pantai itu pernah ditempati oleh para sekutu pada bulan April 1944 ketika menghadapi perang melawan Jepang. Salah satu pos pertahanan dibangun di pantai itu sehingga diberi nama Base G. Pantai itu pantai bersejarah.

Pada pagi tanggal 1 November 2022 publik dikagetkan dengan penemuan mayat terdampar di Pantai Base G. Mayat yang terdampar adalah pejuang karismatik Tuan Filep J. S. Karma.

Awalnya banyak orang tidak percaya bahwa pejuang terkemuka Tuan Filep meninggal dunia. Publik percaya bahwa pejuang kemanusiaan itu benar meninggal dunia setelah keluarganya melalui anak kedua dari almarhum Tuan Filep memberikan keterangan kepada publik bahwa ayah kandungnya benar meninggal dunia.

BACA JUGA :  KB - TK Muslimat NU 88 H. RUQOIYAH BANDAR Mengajarkan Anak Praktek Langsung Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

Keluarganya tidak mau otopsi untuk membuktikan apakah kematian wajar atau tidak wajar. Walaupun demikian, ada berapa fakta yang menunjukkan bahwa kematian Tuan Filep J. S. Karma tidak wajar.

Untuk membuktikan bahwa: “apakah kecelakaan biasa atau kematian tidak wajar” harus membentuk Tim Investigasi Independen gabungan dengan keterwakilan dari pihak keluarga, komponen perjuangan, LSM, Gereja dan Pemerintah (eksekutif, legislatif DPRP MRP, dan yudikatif) dilibatkan dalam Tim Investigasi ini. Hasil investigasinya harus diumumkan kepada publik dan kemudian hasil investigasi itu diberikan kepada lembaga lembaga kemanusiaan, baik nasional dan internasional untuk diproses hukum, jika terbukti kematiannya tidak wajar.

 

Berita Terkait

Sekretaris LDII Kota Kediri: Ibu Adalah Kunci Penjaga Harmoni dan Benteng Generasi Muda
SPPG di Pagelaran Dinilai Tidak Memenuhi Standar, Karang Taruna Desak BGN Perketat Verifikasi
Ribuan Jamaah Padati Sholat Idul Adha di Kaki Gunung Sumbing, Garung Wonosobo
Aktivis SEMMA Banten Mendorong PT Jasaraharja Di Banten Menghapus Denda dan Syarat Pembayar SWDKLLJ Tahun 2024 dan Tahun Lalu Sebai Bentuk Keselarasan Dengan Gubernur Banten
HMP Kabupaten Lumajang Gelar Aksi Sosial Ramadan.
Kemah Pramuka Giat Songsong Ramadhan (GSR) III Tahun 2025 Sukses Digelar di Kecamatan Limau, SMKN 1 Kotaagung Barat Jadi Juara Umum
Penanganan Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Kabupaten Lumajang Dinilai Lamban
DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang Kecam Pernyataan Kontroversial Menteri Desa PDTT

Berita Terkait

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:07

Sekretaris LDII Kota Kediri: Ibu Adalah Kunci Penjaga Harmoni dan Benteng Generasi Muda

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 23:04

SPPG di Pagelaran Dinilai Tidak Memenuhi Standar, Karang Taruna Desak BGN Perketat Verifikasi

Jumat, 6 Juni 2025 - 19:17

Ribuan Jamaah Padati Sholat Idul Adha di Kaki Gunung Sumbing, Garung Wonosobo

Kamis, 17 April 2025 - 14:37

Aktivis SEMMA Banten Mendorong PT Jasaraharja Di Banten Menghapus Denda dan Syarat Pembayar SWDKLLJ Tahun 2024 dan Tahun Lalu Sebai Bentuk Keselarasan Dengan Gubernur Banten

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:31

HMP Kabupaten Lumajang Gelar Aksi Sosial Ramadan.

Minggu, 16 Maret 2025 - 09:35

Kemah Pramuka Giat Songsong Ramadhan (GSR) III Tahun 2025 Sukses Digelar di Kecamatan Limau, SMKN 1 Kotaagung Barat Jadi Juara Umum

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:55

Penanganan Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Kabupaten Lumajang Dinilai Lamban

Senin, 3 Februari 2025 - 17:02

DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang Kecam Pernyataan Kontroversial Menteri Desa PDTT

Berita Terbaru