Saat Hidup Menyapa, Saat Mati Menjemput: Perjalanan Jiwa Manusia

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama,- Hidup adalah anugerah yang dimulai dengan satu tarikan napas pertama. Saat itu, dunia seolah menyambut kita dengan segala keajaiban dan tantangan yang tak terduga. Kita tumbuh, belajar, mencintai, terluka, dan terus mencari makna di tengah segala hiruk-pikuk kehidupan. Namun, di balik setiap detak jantung dan hembusan napas, ada satu kepastian yang tak bisa dielakkan: kematian.

Hidup menyapa dengan harapan, mati menjemput dengan kepastian.
Kita sering kali terlena dalam rutinitas, seolah waktu tak akan pernah habis. Padahal setiap hari adalah perjalanan menuju titik akhir yang pasti. Hidup bukan sekadar soal panjangnya usia, tetapi tentang bagaimana jiwa ini berkembang — apakah ia menjadi bijak, penuh kasih, atau justru terbelenggu oleh ego dan keinginan duniawi.

Dalam perjalanan jiwa, manusia dihadapkan pada berbagai ujian. Kekayaan, penderitaan, cinta, kehilangan, semuanya adalah bagian dari pembentukan batin. Hidup adalah sekolah jiwa, tempat di mana kita belajar menjadi manusia yang sesungguhnya: memahami bahwa keberadaan kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama dan untuk tujuan yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kepedulian, Lapas Pasir Pangaraian Gelar Edukasi Kesehatan dan Sambung Rasa

Kematian bukan akhir, melainkan gerbang.

Ia bukan musuh, tetapi pengingat. Bagi yang sadar, kematian justru menjadi motivasi untuk hidup dengan lebih bermakna, lebih tulus, dan lebih hadir. Dalam banyak keyakinan dan filsafat, kematian adalah kembalinya jiwa kepada sumbernya. Ia pulang setelah menunaikan perjalanan panjang, membawa bekal berupa amal, cinta, dan makna.

Renungan ini mengajak kita untuk bertanya:

  • Sudahkah kita hidup dengan sadar?
  • Apakah kita menjalani hidup dengan niat yang benar?
  • Jika hari ini adalah hari terakhir, apa yang ingin kita tinggalkan?

Pada akhirnya, perjalanan jiwa manusia bukan diukur dari seberapa lama ia hidup, tetapi dari seberapa dalam ia mencintai, memberi, dan memahami makna hidup itu sendiri. Maka, saat hidup menyapa, sambutlah dengan syukur. Dan saat mati menjemput, semoga kita bisa menyambutnya dengan damai.

Penulis : Tonny Rivani

Berita Terkait

Klarifikasi Penanam kayu Sengon Yang di Tebang Pinggir Jalan Ruas Jalan Pekalen -Klenang kidul
KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo
PETI di Desa Bukit Bungkul Mengamuk, Aparat Diam: Ada Beking Kuat di Balik Ponidi?
Diduga Lalai Dalam Menjalankan Tugas, Oknum Petugas Jalan PU Ruas Jalan Pekalen -Klenang Jadi Sorotan 
Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum
Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:06

Klarifikasi Penanam kayu Sengon Yang di Tebang Pinggir Jalan Ruas Jalan Pekalen -Klenang kidul

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:46

KNPB Wilayah Dogiyai Gelar Pelantikan Pengurus dan Pergantian Nama Sektor Puga Yamo

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:38

PETI di Desa Bukit Bungkul Mengamuk, Aparat Diam: Ada Beking Kuat di Balik Ponidi?

Senin, 9 Februari 2026 - 18:30

Diduga Lalai Dalam Menjalankan Tugas, Oknum Petugas Jalan PU Ruas Jalan Pekalen -Klenang Jadi Sorotan 

Senin, 9 Februari 2026 - 07:31

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:19

Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:46

Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56

Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

Berita Terbaru