SUARA UTAMA, Hong Kong – Minggu (15/03/2026), Saat tim Redaksi Suara Utama berjalan kaki menuju MTR, bertemu dengan seorang Pekerja Migran Indonesia. Kebetulan Ia juga searah naik kereta cepat di daerah Northpoint.
Bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong, tak semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan rukun Islam yang ke-empat yaitu menjalankan Ibadah Puasa. Tak semua majikan memberikan ijin pekerjanya berpuasa. Berbagai alasan yang melatarbelakangi mereka tak memberi ijin, seperti khawatir pekerja akan kelelahan dan sakit.

Keluarga Fung, misalnya, tidak memberi ijin berpuasa pada pekerjanya karena pekerjaan sang pembantu sangat berat, yaitu merawat orang sakit yang hanya tidur di atas kasur. Jadi, majikan hanya memberi ijin berpuasa jika hari libur kerja saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cece di sini pekerjaannya sangat berat, Ia angkat junjung orang sakit. Aku tidak ada yang membantu jika cece sakit, dan aku pasti kerepotan,” ujar Mrs Fung dengan bahasa Kantonis.
Arya Panda (51th), seorang pekerja migran Indonesia asal kota Blitar yang sudah 16 tahun bekerja di Hong Kong, memiliki nasib yang beruntung. Setiap tahun, Ia bisa menjalankan Ibadah puasa. Bekerja di 2 majikan yang berbeda, Ia bersyukur karena semuanya memberi ijin berpuasa.
“Yang pertama di Tunmuen dan yang kedua ini di Kowloon Bay. Alhamdulillah semuanya memberi ijin berpuasa,” kata Ibu 2 anak ini.
Arya yang memiliki makanan favorit terung ini mengungkapkan bahwa saat bulan puasa, Ia tak terlalu merindukan masakan ataupun minuman di bulan puasa. Karena Ia hanya menyukai buah alpukat yang dicampur gula dan air panas, sudah membuatnya merasa jadi hilang dahaga.
Arya juga beruntung karena setiap tahun Ia bisa melakukan sholat idul fitri di Hong Kong. Penampilannya memang tomboy, namun untuk masalah beribadah, Arya selalu menjadikannya nomor satu. Sehingga dia merasa tenang dan nyaman bekerja di Hong Kong ini. Walaupun begitu, Ia tetap ingin segera pulang ke tanah air, berkumpul dengan keluarganya.
Penulis : Esti Rahayu
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama










