Prabowo: Korupsi di Indonesia dalam Keadaan Sangat Serius, Pemerintah Selamatkan Rp300 Triliun

- Publisher

Kamis, 2 Oktober 2025 - 00:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

Jakarta, 1 Oktober 2025 —
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi korupsi di Indonesia. Dalam pidato kenegaraannya, Presiden menyebut dirinya sempat “kaget” ketika pertama kali mengambil alih pemerintahan dan melihat besarnya praktik korupsi yang terjadi di berbagai sektor.

“Korupsi di Indonesia dalam keadaan yang sangat serius. Saya kaget melihat betapa besar kebocoran yang terjadi, baik dalam anggaran maupun pengelolaan sumber daya negara,” tegas Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintahannya telah berhasil menyelamatkan sekitar Rp300 triliun dari potensi kerugian negara. Angka tersebut sebagian besar berasal dari efisiensi belanja, termasuk pengurangan pengeluaran perjalanan dinas dan alat tulis kantor yang selama ini rawan pemborosan.

BACA JUGA :  Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang

Presiden menegaskan, tidak ada satu pun pihak yang kebal hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Tidak ada institusi, tidak ada individu, tidak ada yang berada di atas hukum. Penegakan hukum terhadap korupsi akan dijalankan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah untuk memperkuat agenda reformasi birokrasi dan penegakan hukum yang berkeadilan. Presiden menekankan bahwa kekayaan nasional tidak boleh terus mengalir keluar tanpa memberi manfaat maksimal bagi rakyat.

BACA JUGA :  Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

—

Catatan Redaksi

Rilis ini diharapkan menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa. Korupsi adalah ancaman nyata terhadap pembangunan nasional. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga hukum, masyarakat sipil, dan media untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas tetap terjaga.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita: Biro Humas dan Protokol Sekretariat Presiden

Berita Terkait

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp