Pemkab Nagekeo Survei Aset Daerah untuk Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat

- Writer

Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG 20251220 WA0018 Pemkab Nagekeo Survei Aset Daerah untuk Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Survei aset Pemkab Nagekeo di Wolowae untuk calon Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat.(Sumber foto Venuz j.)

SUARA UTAMA,Nagekeo, Jumat (18/12/2025)  Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional pengentasan kemiskinan melalui pembentukan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah survei dan identifikasi aset milik pemerintah daerah yang akan digunakan sebagai Sekolah Rintisan Pra Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui konsep boarding school gratis, sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, pemerintah daerah diinstruksikan menyiapkan lahan dan aset daerah guna mendukung pembangunan sarana prasarana Sekolah Rakyat.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Pemkab Nagekeo Survei Aset Daerah untuk Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam persiapannya, Pemkab Nagekeo telah melakukan sejumlah langkah percepatan, di antaranya menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Malaruma, Kelurahan Lape, mengirimkan dokumen persyaratan ke pemerintah pusat, serta melakukan survei teknis bersama tim Satker PUPR Provinsi terkait elevasi dan kontur lahan. Kabupaten Nagekeo bahkan menjadi salah satu dari empat kabupaten yang dinyatakan layak untuk program ini.

Sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat permanen, pemerintah pusat menetapkan 200 titik Sekolah Rintisan sebagai pemicu awal penyelenggaraan pendidikan. Sekolah rintisan memanfaatkan gedung milik pemerintah daerah, dengan biaya rehabilitasi ditanggung Kementerian Pekerjaan Umum dan operasional sekolah sepenuhnya dibiayai Kementerian Sosial.

Menyambut kebijakan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo melakukan identifikasi aset daerah. Pada Jumat (19/12/2025), Tim Identifikasi yang terdiri dari unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo, Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra Yohanes Siga, Plt. Kepala Dinas Sosial Sesilia Nuwa, Camat Wolowae Geraldus M. Koro, S.Sos, Kabid Perlindungan Sosial Hilarius Betu, S.IP, serta staf Dinas Sosial Ferdinandus Bao, melakukan survei terhadap salah satu aset pemda berupa gedung bekas asrama SMAN Wolowae di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae.

BACA JUGA :  Skenario ALLAH, Anak Pendiri Hidayatullah Berikan Buku Spirit Perjuangan Abdullah Said ke Jurnalis Muda

Gedung berukuran 48,5 x 46 meter tersebut dinilai masih sangat layak digunakan. Bangunan memiliki banyak ruangan yang dapat difungsikan sebagai ruang kelas, ruang tidur, dapur, ruang belajar, dan ruang doa. Selain itu, tersedia 16 kamar toilet, bak penampung air berkapasitas sekitar 100 meter kubik, sumber air dari sumur bor dan sumur gali, serta akses yang mudah karena berada dekat jalur Trans Utara Mbay–Maumere.

Camat Wolowae Geraldus M. Koro menyampaikan bahwa apabila dibutuhkan lahan tambahan untuk kepentingan Sekolah Rintisan, tanah milik pemerintah daerah di sekitar lokasi masih relatif tersedia.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Sesilia Nuwa, menyatakan hasil survei ini akan segera diusulkan ke Kementerian Sosial sebagai bahan pertimbangan agar Sekolah Rintisan dapat diselenggarakan di Kabupaten Nagekeo pada tahun 2026. Ia juga meminta agar Kabid Perlindungan Sosial segera menyusun proposal permohonan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Yohanes Siga menegaskan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Nagekeo harus cepat tangkap,” ujarnya.

Penulis : Venuz Je Raga

Sumber Berita : Suara Utama

Berita Terkait

Gudang Minyak di Kampung Baruh Tabir Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Mobil Kijang LGX Ikut Terbakar
Panen Raya Serentak, Lapas Bangko Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kepedulian Sosial
Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet
Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos
Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias
Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir
Boentuka Dilanda Banjir, ASN Pendis dan Bimas Islam Kemenag TTS Beri Bantuan
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum
Berita ini 0 kali dibaca
Sekolah rakyat

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:59 WIB

Gudang Minyak di Kampung Baruh Tabir Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Mobil Kijang LGX Ikut Terbakar

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:39 WIB

Panen Raya Serentak, Lapas Bangko Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kepedulian Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:08 WIB

Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:57 WIB

Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:09 WIB

Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:36 WIB

Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:47 WIB

Boentuka Dilanda Banjir, ASN Pendis dan Bimas Islam Kemenag TTS Beri Bantuan

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05 WIB

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terbaru