Pemikiran Kader Muhammadiyah Wonosobo

Minggu, 5 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua MPI PDM Wonosobo seorang kader muda Muhammadiyah.Dok (Ilham Akbar-Suara Utama.ID)

Foto Ketua MPI PDM Wonosobo seorang kader muda Muhammadiyah.Dok (Ilham Akbar-Suara Utama.ID)

KETIKA ELEKTABILITAS SEBAGAI ENERGI PRAGMATIS

Penulis : Rudyspramz ( Ketua MPI PDM Wonosobo)

**//Dapatkan Kabar terbaru dan follow di Google News Berita SUARA UTAMA 

SUARA UTAMA-WONOSOBI. Menghadapi tahun politik sebagai warga yang baik  harus berpikir cerdas untuk memilih seorang pemimpin.

Baca Juga :Muscab PCM Sapuran

https://suarautama.id/musyawarah-cabang-musycab-pimpinan-cabang-muhammadiyah-pcm-sapuran/

Ditengah era dimana elektabilitas dijadikan sebagai acuan keterpilihan seorang capres, yang dengan faktor itu semua partai akan merapat ke calon tsb dan rakyat juga cenderung menentukan pilihannya berdasarkan kuantitas hasil survey, yang mana isunya juga bisa di pesan sesuai yang bayar.

Ditengah era dimana politik elektoral dijadikan  sebagai rujukan  hampir semua politisi pragmatis, maka kemanakah gerangan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan benar ? Kemanakah kita bisa mendapat figur yang tepat untuk memimpin sebuah negara besar dengan persoalan yang komplek dan harus mampu menciptakan kebijakan yang berkeadilan dan berkesejahteraan ?

Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID
Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID

Kita tidak akan menjadikan elektabilitas sebagai sesuatu yang kita tolak karena itulah real politic, tapi kita ingin mendudukkan secara benar relasi antara elektabilitas dengan intelektualitas dan moralitas. Kita ingin meletakkan yang pertama intelektualitas dan moralitas dulu yang dengan kedua hal tersebut menumbuhkan elektabilitas. Jadi politik elektoral memang realita yg harus kita terima tapi harus di topang pikiran2 tentang ide, gagasan dan program yang sudah teruji. Forum debat, dialog dan Uji publik adalah sarananya, dan masyarakat kampuslah yang harus banyak berperan dalam proses pendidikan politik ini.WhatsApp Image 2023 10 28 at 00.33.04 1 Pemikiran Kader Muhammadiyah Wonosobo Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

BACA JUGA :  Pemerintah Siapkan Insentif PPh 21 DTP untuk Sektor Horeka, Pakar Ingatkan Potensi Dampak Negatif

Muhammadiyah yang memiliki infrastruktur intelektual kurang lebih 128 Perguruan Tinggi, ratusan akademisi dan ratusan ribu mahasiswa  berkewajiban memberikan public address dengan terlibat aktif dalam uji ide, gagasan dan program para kandidat.

Sebagai gerakan dakwah Islam,Muhammadiyah juga melakukan uji moralitas para kandidat capres, dalam rangka melawan politik pragmatis dan memberikan pencerahan  kepada masyarakat luas

Inilah civil Islam, Muhammadiyah yang berbeda dengan LSM dan kaum oposan.

Wallahu a’lam

@rdp51123

Berita Terkait

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:27

Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru

Artikel

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Minggu, 8 Feb 2026 - 10:35