Oknum Pemerintah Desa Liprak Wetan Terindikasi Dugaan Mark-up Anggaran Dalam Pengadaan Sumur Bor TA 2025

- Publisher

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Oknum Pemerintah Desa Liprak wetan Kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Terindikasi dugaan Mark- up anggaran pengadaan sumur bor di Dusun kokon RT 011 RW 002 Desa Liprak wetan. Adapun Volume 1 titik, dengan anggaran Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) bersumber dari dana BK Kabupaten Probolinggo tahun 2025.

Sumur bor tersebut, diduga tidak bisa di nikmati oleh masyarakat luas. Pasal nya, nampak di lokasi, tidak terdapat tandon tempat menyimpan air bersih untuk di salurkan kepada masyarakat sekitar. Hanya paralon sekira satu meter yang keluar dari dalam sumur bor, dan bangunan layak nya tempat menampung air untuk orang mandi dan tempat cucian.

Oleh karenanya, team media mengkonfirmasi “F” yang diduga mempunyai lahan yang di tempati sumur bor melalui pesan singkat whatsap. Perihal hibah lahan yang di tempati sumur bor, kedalaman sumur bor dan berapa KK yang menikmati air sumur bor tersebut. Namun, Ia enggan menjawab nya dan meminta media untuk mengkonfirmasi pemerintah desa.

“Waalaikumsalam wr wb. Mohon maaf baru balas pak, terkait apa yang jenengan konfirmasikan agar lebih jelas, bisa langsung ke pemerintah desa saja. Terimakasih. “Jawab nya.

Sementara oknum kepala Desa Liprak wetan “Nur Hayati” saat di konfirmasi media melalui jejaring sosial yang sama dan konfirmasi yang sama pada tanggal 16 Januari 2026. Ia hanya menjawab team media agar datang ke kantor nya untuk ngobrol.

BACA JUGA :  Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Walaikum salam, Monggo ngobrol di kantor hari Senin (19 Januari 2026). “Jawab nya. Ia enggan menjawab berapa kedalaman sumur bor. surat hibah lahan yang di tempati, berapa KK yang menikmati air bersih sumur bor dan tandon besar tempat menyimpan air bersih untuk di salurkan ke warga sekitar.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Brigkom Tapal kuda Nusantara (TKN) Kabupaten Probolinggo “Reza Kurniawan” menduga, sumur bor tersebut tidak sampai menelan anggaran sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Oleh karenanya, Ia menduga ada oknum pemerintah desa Liprak wetan yang Mark up anggaran.

“Dalam pelaksanaan proyek sumur bor Desa Liprak wetan yang bersumber dari dana BK, terindikasi dugaan Mark-up anggaran (Penggelembungan Biaya). Sumur bor informasi yang kami himpun, pipa 3 inci(jet pump) sekitar Rp. 100.000 per meter. Sementara yang ukuran besar, pipa 6 inci (Deep well) sekitar Rp.500.000 per meter belum termasuk pompa dan instalasi listrik. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Tertutup Rapat, Realisasi Anggaran Untuk Pansel Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo 

Perbuatan oknum pemerintah desa Liprak wetan yang terindikasi dugaan Mark-up anggaran, menurut “Reza Kurniawan” dalam konteks hukum dapat di jerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi.

“Dalam konteks hukum Indonesia, mark-up anggaran adalah tindak pidana sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Pungkas nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Polres Barsel Ziarah ke TMP Abdi Kencana: Komitmen Lanjutkan Pengabdian Pahlawan
Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama
Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11 WIB

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:57 WIB

Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:37 WIB

Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Berita Terbaru

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB

Nasional

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:11 WIB

Berita Utama

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:43 WIB